TribunLampung/

Wisata Lampung

Luwak Arabica Tawarkan Rasa Asam Kepahit-pahitan

Bagi pecinta kopi, tentunya familiar dengan kopi luwak. Jenis kopi yang dinobatkan sebagai biji kopi termahal di dunia

Luwak Arabica Tawarkan Rasa Asam Kepahit-pahitan
Tribun Lampung/Yoga Noldy
Kopi Luwak di Wood Stairs Cafe di Jalan Urip Sumoharjo, No 204, Way Halim. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bagi pecinta kopi, tentunya familiar dengan kopi luwak. Jenis kopi yang dinobatkan sebagai biji kopi termahal di dunia ini berasal dari hasil proses fermentasi alami di dalam saluran pencernaan hewan Luwak (sejenis Musang). Kemudian biji kopi ikut keluar bersama kotoran Luwak.

Biji kopi hasil fermentasi Luwak itulah yang kemudian diproses menjadi minuman kopi. Salah satu tempat ngopi di Bandar Lampung yang menyediakan menu kopi Luwak adalah Wood Stairs Cafe di Jalan Urip Sumoharjo, No 204, Way Halim.

Di sini terdapat menu minuman kopi yang dinamakan Luwak Arabica yang dibuat dengan metode seduh Syphon. Syphon sendiri merupakan salah satu alat atau metode peracikan kopi yang memiliki bentuk seperti tabung kimia.

Susunannya antara lain cover (penutup mangkuk atas), upper bowl (mangkuk bagian atas), lower bowl (mangkuk bagian bawah), stand (penahan), filter (penyaring) dan measuring spoon (sendok takaran). Sedangkan bagian untuk pemanasnya ada alcohol lamp yang terdiri dari tutup burner, windbreak, alcohol burner (pembakar spirtus), dan alcohol lamp holder.

Mulanya sang barista menyiapkan biji kopi dan air dengan perbandingan 1:13 (1 gram biji kopi dan 13 ml air). Selanjutnya biji kopi digiling lalu ditaruh ke dalam gelas. Sementara itu air yang sudah disediakan dipanaskan.

Setelah itu, bubuk kopi dimasukan ke dalam syphon bowl yang di dalamnya sudah terdapat air panas sambil diaduk selama kurang lebih satu menit. Setelah selesai, minuman kopi yang sudah diracik siap dituang ke dalam gelas dan dinikmati.

Head Bar Wood Stairs Cafe, Nanang Mulyana mengatakan, Luwak Arabica di tempatnya memiliki karakter full body dan memiliki after taste excellent yang meninggalkan kesan rasa asam kepahit-pahitan seperti cokelat.

"Arabica Luwak ini merupakan menu varian baru kami, juga yang baru dijajakan pada November 2017," ujarnya. Untuk dapat menikmati segelas kopi Luwak Arabica dengan metode Syphon tersebut, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 30 ribu.(*)

Penulis: Yoga Noldy Perdana
Editor: Gustina Asmara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help