TribunLampung/

Begini Cara Perwira Polri Patahkan Pernyataan Pastor John Djonga Soal Harga BBM di Papua

Begini Cara Perwira Polri Patahkan Pernyataan Pastor John Djonga Soal Harga BBM di Papua

Begini Cara Perwira Polri Patahkan Pernyataan Pastor John Djonga Soal Harga BBM di Papua
KOMPAS/PRIYOMBODO
Pekerja membersihkan papan harga bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-15319 di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (20/3/2013). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Harga BBM di Papua mendadak jadi perbincangan netizen. Ini gara-gara pernyataan tokoh agama Papua Pastor John Djonga.

Pastor John Djonga, menyebutkan, kebijakan bahan bakar minyak satu harga di Papua belum berjalan dengan baik.

Baca: Mau Dinner dengan Tata Janeeta di Malam Pergantian Tahun? Begini Caranya

Ia mengatakan, harga BBM hanya turun seperti di Jawa, saat Presiden Joko Widodo melakukan blusukan di Papua.

Akan tetapi, tak lama setelah Jokowi meninggalkan Papua, harga BBM kembali melonjak.

"Beliau pulang, satu-dua minggu, harga kembali 'normal'," kata John saat berbicara dalam Seminar Nasional "Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Papua" di Auditorium LIPI, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

John mengatakan, ia memantau langsung kondisi ini di Yahukimo, Papua.

Saat Jokowi baru mencanangkan program BBM satu harga di kabupaten itu pada Oktober 2016, John mengakui bahwa harganya sama seperti di Jawa, yakni Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar.

 "Sekarang sudah Rp 30.000 lagi. Bahkan dalam rangka Tahun Baru dan Natal, tahun lalu kami sampai Rp 100.000," ucap John. 

John mengatakan, program BBM satu harga ini sebenarnya sangat baik bagi masyarakat Papua.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help