Agung Berpesan Manfaatkanlah Dana Desa

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, hadir sekaligus melantik Hasan Basri sebagai Kepala Desa Negeri Galih Rejo

Agung Berpesan Manfaatkanlah Dana Desa

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, hadir sekaligus melantik Hasan Basri sebagai Kepala Desa Negeri Galih Rejo Kecamatan Sungkai Tengah Periode 2018-2024, di Desa Negeri Galih Rejo Kecamatan Sungkai Tengah, Rabu, 03/01/2018.

Baca: 20 Orang dari Tiga Pekon Sambangi Cabjari Pringsewu, Begini Tujuan Mereka

Hadir Anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lampung Utara, Camat Sungkai Tengah  dan Kepala Desa se-Kecamatan Sungkai Tengah, Forkopimda Kecamatan Sungkai Tengah, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, serta masyarakat setempat.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati Lampung Utara, serta Pengambilan Sumpah Pelantikan oleh Bupati Lampung Utara dan Penandatanganan Berita cara Pengangkatan Sumpah jabatan. Dilanjutkan dengan Penyematan Tanda Pangkat dan Tanda Jabatan.

Baca: Disebut Sindir Jennifer Dunn, Astrid Kuya Malah Dipermalukan Habis-habisan

Mengawali sambutannya, Bupati Lampung Utara pertama-tama mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian Kepala Desa periode sebelumnya dan mengucapkan selamat bertugas kepada Kepala Desa yang baru dilantik.

Agung menjelaskan bahwa Kepala Desa adalah ujung tombak dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Karenanya, sebagai Kepala Desa dituntut untuk memiliki pengetahuan yang lebih, sehingga mampu mengakomodasi kepentingan masyarakatnya.

Kepala Desa memiliki kekuasaan sekaligus kewajiban untuk mengembangkan kehidupan sosial budaya masyarakat, memanfaatkan teknologi tepat guna yang ada di desa, mengkoordinasikan pelaksanaan pembangunan desa, mewakili desa di dalam dan di luar pengadilan menyangkut perkara hukum atas desa, serta melaksanakan kewenangan lain yang oleh ketentuan perundangan diberikan kepada desa.

Dirinya berpesan para kepala desa yang dilantik agar benar-benar memanfaatkan dana desa untuk keperluan desa. Menurutnya, dana desa itu sebaiknya dikelola secara swakelola, gotong royong, ataupun padat karya.

"Pelaksanaan dana desa dengan swakelola, padat karya, ataupun gotong royong dapat lebih efektif. Dan yang paling penting, uang keluar maupun masuk itu harus dilaporkan," jelasnya.

Penulis: anung bayuardi
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved