Antisipasi Difteri, Pemkab Tanggamus Bakal Gelar Imunisasi Massal
Adanya satu warga asal Ulu Belu berusia enam tahun diduga difteri membuat Kabupaten Tanggamus masuk sasaran outbreak response immunization (ORI)
Penulis: Tri Yulianto | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Adanya satu warga asal Ulu Belu berusia enam tahun diduga difteri membuat Kabupaten Tanggamus masuk sasaran outbreak response immunization (ORI).
Itu merupakan imunisasi ulang bersifat massal.
Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Tanggamus Bambang Sutejo mengatakan, imunisasi ulang menyasar penduduk usia dua bulan sampai 19 tahun akan diimunisasi DPT-HB-Hib lagi.
Imunisasi dilakukan tiga kali (dosis)
Ia menambahkan selama ini imunisasi diberi vaksin DPT-HB-Hib. Itu diberikan tiga kali pada anak di bawah usia setahun yakni usia 2, 3, 4 bulan.
Kemudian berlanjut lagi pada usia 18 bulan. Setelah itu diberikan saat anak bersekolah di SD kelas 1 dengan imunisasi DT, lalu di kelas 2 dengan imunisasi Td dan Td lanjutan pada kelas 5 SD.
"Ini imunisasi ulang untuk cegah difteri. Semua warga Tanggamus sampai usia 19 tahun harus diimunisasi ulang selama tiga kali (dosis) tanpa kecuali," jelas Bambang.
Terkait kapan digelar imunisasi massal ia menyampaikan masih menunggu keputusan dari pemerintah provinsi.
Pasalnya, kegiatan itu serentak di 10 kabupaten/kota di Lampung yang jadi sasaran ORI difteri," urainya kemarin.
Bambang menambahkan, jika penduduk tidak turut serta imunisasi DPT-HB-Hib tak menutup kemungkinan jadi penular difteri ke orang lain.
Untuk itu, Diskes Tanggamus meminta peran semua pihak mendukung agar difteri tidak muncul di Tanggamus. (*)