Kesal Rumah Tangga Keponakan Diganggu, Paman Nekat Membunuh

Kasus pembunuhan terhadap Suparji (34), warga Kecamatan Gedung Aji, Tulangbawang, akhirnya terungkap.

Kesal Rumah Tangga Keponakan Diganggu, Paman Nekat Membunuh
tribun medan
Ilustrasi 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ENDRA ZULKARNAIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Kasus pembunuhan terhadap Suparji (34), warga Kecamatan Gedung Aji, Tulangbawang, akhirnya terungkap. Polisi membekuk satu dari empat tersangka pembunuhan tersebut, Selasa (2/1/2018).

Tersangka itu berinisial DM (45), warga Kecamatan Menggala Timur. Kasat Reskrim Ajun Komisaris Donny Kristian Bara'langi mewakili Kapolres Tuba Ajun Komisaris Besar Raswanto Hadiwibowo mengungkapkan, pembunuhan terjadi pada 25 Mei 2017 lalu. DM, beber dia, kesal karena Suparji mengganggu rumah tangga keponakannya.

"Awalnya, DM dapat telepon dari Tika, keponakannya. Tika minta DM menjemputnya di Pasar Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat. Tika mengaku ditinggalkan Sundari yang juga keponakan DM. Menurut Tika, Sundari pergi bersama Suparji yang bukan suaminya," papar Donny, Rabu (3/1/2018).

DM menjemput Tika bersama dua kerabatnya, DN dan HN, dengan membawa dua sepeda motor. Setelah bertemu Tika, DM dan dua kerabatnya langsung mencari Suparji dan Sundari.

"Begitu ketemu sekitar pukul 12.00 WIB, Suparji langsung ditarik, dipukul, dan diikat oleh DM, DN, dan HN. Mereka lalu membawa Suparji naik motor ke Kampung Tua," jelas Donny. "Setibanya, DM, DN, dan HN bertemu HD di dekat warung makan dan tempat fotokopi. HD kemudian memukuli Suparji yang masih di atas motor dalam posisi tangan terikat," sambung Donny.

Setelah memukuli Suparji, DM bersama DN, HN, dan HD melanjutkan perjalanan ke arah Menggala. Di perjalanan, tepatnya di depan Perumahan Kampung Tua, Suparji dijatuhkan dari motor.

"DM sempat mengecek, ternyata korban sudah tidak bergerak. Korban lalu ditinggalkan di pinggir jalan lintas timur," ujar Donny. "Jadi, dibuat seolah-olah Suparji jadi korban tabrak lari," imbuhnya.

Mayat Suparji ditemukan bersimbah darah di tepi jalintim ruas Kampung Tua tersebut. Tewasnya Suparji kemudian dilaporkan ke Polres Tuba pada 26 Mei 2017.

Dari keterangan kepada penyidik, ungkap Donny, DM menganiaya Suparji karena kesal atas ulah korban yang dinilai mengganggu rumah tangga keponakannya, Sundari dan Fadil.

"Alasan lainnya, tersangka kesal karena korban meninggalkan Tika di Pasar Pulung Kencana," kata Donny.

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved