Puncak Musim Hujan, Ada Tujuh Kecamatan di Lampung Tengah yang Rawan Banjir

Puncak musim hujan khususnya di Kabupaten Lampung Tengah diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2018.

Puncak Musim Hujan, Ada Tujuh Kecamatan di Lampung Tengah yang Rawan Banjir
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Petugas BPBD mengecek lokasi rawan banjir di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG SYAMSIR ALAM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Puncak musim hujan khususnya di Kabupaten Lampung Tengah diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2018. Informasi ini diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lamteng dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Lampung.

Menghadapi puncak musim hujan, BPBD Lamteng telah memetakan setidaknya tujuh kecamatan yang rawan bencana alam banjir. Tujuh kecamatan itu terbagi di tiga wilayah kabupaten terluas di Provinsi Lampung ini.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lamteng Siswanto, Minggu (7/1/2018), menjelaskan, tiga kecamatan berada di wilayah barat. Masing-masing Selagai Lingga, Pubian, dan Anak Tuha. Dua kecamatan lainnya ada di wilayah tengah, yakni Bekri dan Way Pengubuan. Sementara di wilayah timur, ada di Kecamatan Bandar Surabaya dan Seputih Surabaya.

"Kami telah melakukan pemetaan, karena di beberapa wilayah memang rawan banjir tahunan. Seperti di Kecamatan Anak Tuha, Bekri, dan Pubian. Langkah sosialisasi dan antisipasi sudah kami lakukan," ujar Siswanto.

Tujuh kecamatan yang rawan banjir, ungkap Siswanto, dilintasi sungai-sungai besar yang potensial meluap airnya. Namun, khusus di Bekri, menurut dia, sudah relatif aman karena telah dibangun tanggul penangkis air agar tidak meluap ke perkampungan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Lamteng Guntur Sosiawan Napitupulu memastikan telah berkoordinasi dengan camat di masing-masing kecamatan rawan banjir.

"Sudah kami kirim surat peringatan waspada dini. Kami harap para camat meneruskan informasi itu sampai ke bawah, sehingga warga waspada ketika hujan lebat terjadi," jelasnya.

Sejauh ini, kendala penanganan banjir yang dihadapi BPBD Lamteng adalah kurangnya perlengkapan. Guntur mengungkapkan, BPBD hanya memiliki tiga unit perahu karet. Dengan kondisi itu, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Taruna Siaga Bencana serta Badan Sar Nasional.

"Menghadapi musim hujan yang ekstrem ini, kami selalu menyiagakan personel. Yang dapat jadwal piket, kami tekankan siaga dan siap menerima informasi ketika ada bencana," pungkasnya.

Warga Minta Petugas Siaga

Berhadapan dengan bencana seolah menjadi keniscayaan bagi warga yang bermukim di bantaran sungai di Lampung Tengah. Mereka mengakui khawatir jika curah hujan sudah sangat tinggi.

"Saya sudah antisipasi. Anak-anak tinggal bersama kerabat saja, yang berjauhan dari sungai. Sekarang ini saja, arus sungai (Way Seputih) lebih deras dari biasanya," tutur Agus, warga yang tinggal di bantaran Sungai Way Seputih, Kecamatan Anak Tuha, Minggu (7/1/2018).

Warga, menurut Agus, tak bisa berbuat banyak. Warga belum bisa tinggal jauh dari sungai lantaran kondisi perekonomian.

"Kami berharap petugas selalu waspada jika sewaktu-waktu air meluap," kata Agus.

Penulis: syamsiralam
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help