Ini Sejarah Singkat 'YKK', Tulisan Yang Sering Kita Temui di Ritsleting

Sebenarnya yang menemukan ritsleting pertama kali adalah orang Amerika, Whitcomb L. Judson, pada tahun 1890-an.

Ini Sejarah Singkat 'YKK', Tulisan Yang Sering Kita Temui di Ritsleting
Ho
Ritsleting YKK 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jika memperhatikan ritsleting yang ada pada pakaian, kita mungkin sering menjumpai huruf 'YKK'.

Dari ritsleting celana jins, mantel, sampai jaket.

Lalu, apa sebenarnya makna dari YKK itu?

YKK sebenarnya ditujukan untuk "Yoshida Kogyo Kabushikikaisha" dari bahasa Jepang yang bisa diterjemahkan menjadi "Yoshida Company Limited".

Baca: Si Seksi Baby Margaretha Sedang Olahraga, Foto-fotonya Bikin Kaum Pria Melek

Perusahaan ini adalah produsen ritsleting yang dirikan oleh Tadao Yoshida pada tahun 1934.

Sampai saat ini, perusahaan tersebut telah membuat sebagian besar ritsleting di dunia ini, atau sekitar lebih dari 7 miliar ritsleting setiap tahunnya.

Sebenarnya yang menemukan ritsleting pertama kali adalah orang Amerika, Whitcomb L. Judson, pada tahun 1890-an.

Sekarang erusahaan ini mengembangkan desain ritsleting, seperti Talon, Inc. Mereka juga merupakan produsen ritsleting utama yang digunakan oleh merek seperti Brooks Brothers dan Uniqlo.

Baca: Jangan Lupa Selalu Sediakan Payung, BMKG: Hujan Turun Sore hingga Malam

Tapi dalam industri fashion, YKK punya reputasi yang tak tertandingi.

Pembuatannya sangat terintegrasi secara vertikal yang berarti perusahaannya mengendalikan setiap bagian proses pembuatan ritsleting, mulai dari peleburan logam hingga kemasan ritsleting yang sudah jadi.

Pembuatan ritsleting YKK sangat bisa diandalkan, mereka mengirimnya tepat waktu, menawarkan berbagai macam warna, bahan dan gaya dan tidak pernah mengurangi harga.

Karena kehandalannya, YKK sangat populer di kalangan pabrikan.

Sekarang kita bisa menggunakan ritsleting yang dapat diandalkan seperti YKK agar pakaian yang kita kenakan lebih nyaman.(*)

Editor: nashrullah
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help