TribunLampung/

Karena Kebijakan Soeharto Merek Njit Sin Diubah Jadi Kopi Sinar Baru Cap Bola Dunia

Ketika Tribun memasuki Kopi Sinar Baru Cap Bola Dunia, tampak drum-drum berisi kopi yang baru saja digoreng dan siap digiling menjadi bubuk

Karena Kebijakan Soeharto Merek Njit Sin Diubah Jadi Kopi Sinar Baru Cap Bola Dunia

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ketika Tribun memasuki Kopi Sinar Baru Cap Bola Dunia, tampak drum-drum berisi kopi yang baru saja digoreng dan siap digiling menjadi bubuk. Aroma kopi ini menyebar hingga keseluruh pabrik.

Baca: Sudah Lima Nyawa Anak dan Balita Melayang Saat Asyik Mandi Air Hujan

Salah satu generasi keempat kopi ini Lucas Sukianto (34) yang saat itu ada disana menceritakan, kopi ini merupakan 100 persen kopi murni tanpa campuran apapun. Inilah yang menjadi keunggulan kopi ini dibandingkan dengan kopi lain.

Kopi ini merupakan kopi tertua di Lampung dirintis oleh kakek buyut Lucas bernama Lee A Piang sejak tahun 1911. Ketika itu Lee A Piang mengambil kopi dari Tanggamus dan membuatnya menjadi kopi bubuk di sebuah pabrik yang dibangunnya. Pabrik itu berlokasi di Jalan Ikan Kakap Pesawahan Teluk Betung Bandar Lampung.

Baca: VIDEO: Begini Kata Kapolresta soal Pengamanan Tes Kesehatan Bacagub

Setelah selesai dibuat, kopi dimasukan ke dalam tempat berbentuk kerucut dan dijual keliling Bandar Lampung dengan menggunakan sepeda ontel. Namun saat itu nama yang disematkan Lee A Piang bukan Kopi Bubuk Sinar Baru Cap Bola Dunia melainkan Kopi Njit Sin yang artinya sinar baru.

Menurut Lucas, saat itu kopi yang dijual Lee A Piang jumlahnya masih sedikit karena permintaan belum banyak. Namun seiring dengan berjalannya waktu, permintaan Kopi Njit Sin semakin bertambah. Untuk memenuhi permintaan itu pembuatan kopi harus menggunakan mesin berkapasitas 10-15 kg. Saat permintaan semakin bertambah di tahun 1930-an, mesin yang digunakan menjadi mesin berbentuk bola berkapasitas 25 kg.

"Pada tahun 1930 atau 1950, saya lupa pastinya, Kopi Njit Sin beralih ke generasi ke dua bernama Lee Yung Hin yang merupakan anak pertama Lee A Piang. Di tahun 1967 Kopi Njit Sin berubah nama menjadi Kopi Sinar Baru Cap Bola Dunia. Nama itu dipilih karena kopi dibuat dengan menggunakan mesin berbentuk bola. Perubahan nama dilakukan karena ketika itu Presiden Soeharto tidak memperbolehkan produk apapun yang dijual diberi nama Cina atau Inggris dan harus diberi nama Indonesia," kata Lucas.

Kemudian pada tahun 1970-an Papanya bernama Sukianto yang merupakan anak pertama Lee Yung Hin mulai membantu mengelola kopi ini. Sampai akhirnya Papanya inilah menjadi generasi ketiga. Ketika dikelola Papanya, permintaan kopi semakin bertambah. Agar semua permintaan bisa terpenuhi, kopi dibuat dengan menggunakan mesin berbentuk bola berkapasitas 100 kg pada tahun 1980-an

Halaman
12
Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help