TribunLampung/

Kisah Perjuangan Bocah SD yang Bantu Rakyat Palestina Menampar Nurani Kita Semua

Kisah Perjuangan Bocah SD yang Bantu Rakyat Palestina Membuat Netizen Malu Hati

Kisah Perjuangan Bocah SD yang Bantu Rakyat Palestina Menampar Nurani Kita Semua
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
ILUSTRASI - Ratusan simpatisan dari berbagai lapisan masyarakat dan organisasi menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di Jalan Cut Nya Dien, Pekanbaru, Minggu (10/12/2017) pagi. Aksi tersebut menyuarakan tentang protes keras atas keputusan pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Aksi yang diwarnai dengan ceramah agama dan orasi itu juga diisi dengan penggalangan dana untuk rakyat Palestina 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kisah mengharukan datang dari Indonesia.

Seorang anak kecil dengan segala keterbatasannya menyumbang untuk saudaranya di Palestina.

Baca: Fahri Hamzah Dicubit Istri 2 kali Saat Nonton Film Ayat-ayat Cinta 2, Ini Gara-garanya

Seperti diketahui, Palestina kini masih berjuang melawan agresi Israel. Perjuangan rakyat Palestina untuk diakui sebagai bangsa berdaulat masih berlanjut.

Israel yang menduduki wilayah Palestina selalu menghalangi upaya kemerdekaan bangsa Palestina.

Umat Muslim Palestina berbicara dengan petugas Israel yang berjaga di depan Lions Gate, pintu masuk utama ke Masjid Al-Aqsa, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (21/7/2017). Israel melarang pria Palestina yang berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke kawasan Kota Tua dan menjalani Shalat Jumat, menyusul insiden penembakan dua polisi Israel.
Umat Muslim Palestina berbicara dengan petugas Israel yang berjaga di depan Lions Gate, pintu masuk utama ke Masjid Al-Aqsa, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (21/7/2017). Israel melarang pria Palestina yang berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke kawasan Kota Tua dan menjalani Shalat Jumat, menyusul insiden penembakan dua polisi Israel. (AFP PHOTO/JACK GUEZ)

Perjuangan semakin berat tatkala Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ibukota Israel di Yerusalem.

Amerika Serikat akan memindahkan kantor kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Ini tentu saja memantik protes dari negeri yang penduduknya mayoritas beragama Islam, seperti Indonesia.

Pemerintah Indonesia mengecam keras pernyataan Donald Trump dan tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Beberapa negara Arab pun mengajukan protes. Protes dilayangkan karena negeri muslim tidak setuju ibukota Israel berada di Yerusalem.

Halaman
1234
Penulis: wakos reza gautama
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help