Pilgub Lampung 2018

VIDEO: Ini Kata Dokter soal Tes Kesehatan Paslon

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono menuturkan, hasil tes kesehatan akan dibahas dalam rapat pada 15 Januari 2018.

Laporan Videografer Tribun Lampung Okta Kusuma Jatha

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemeriksaan kesehatan bakal calon gubernur dan wakil gubernur berlangsung pada 11-14 Januari 2018 di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung.

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono menuturkan, hasil tes kesehatan akan dibahas dalam rapat pada 15 Januari 2018.

"Ya nantinya tidak langsung diumumkan. Tapi, akan diseleksi secara kolektif," ungkap Nanang, Kamis (11/1/2018).

Kemudian hasil tes kesehatan akan diserahkan ke KPU pada 16 Januari 2018.

Baca: VIDEO Begini Kata Ridho-Bachtiar soal Tes Kejiwaan

"Untuk tim pemeriksaan kesehatan bacalon ada dari IDI, Himpsi, psikologis, BNN, dan tim dokter RSU Abdul Moeloek," sebutnya.

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Lampung dr Boy Zaghlul Zaini menyatakan, hasil tes kesehatan secara detail tidak dipublikasi.

IDI hanya menyatakan balon mampu atau tidak mampu menjadi calon kepala daerah dari sisi kesehatan dan psikologi.

“Hari ini tes laboratorium. Ada tes kesehatan jiwa. Nanti di hari Minggu baru tes psikologi. Hari ini fisik dan kejiwaan. Kalau hasil detail tidak di-publish. Yang kita publish itu para calon ini mampu atau tidak mampu menjadi calon kepala daerah,” ujarnya di RSUAM.

Baca: VIDEO: Jajuli Dilarang Makan dan Minum yang Manis

Karena itu, menurut dia, calon tidak bisa dinyatakan tidak mampu dengan penyakit tertentu. “Jadi kesimpulannnya itu, misalnya ada calon hipertensi, diabetes, tidak bisa jadi calon, bukan begitu. Selama dia mampu, kita anggap mampu. Tidak ada penghalang untuk jadi kepala daerah ya kita nyatakan mampu,” jelasnya.

Menurut dia, hasil tes kesehatan ini akan diserahkan kepada KPU pada Senin atau Selasa (15-16 Januari 2018). “Kita berikan keterangan itu ke KPU Senin atau Selasa. Minggu baru selesai, Senin malam atau Selasa pagi mungkin hasilnya,” ungkapnya.

Terkait adanya calon meninggal dunia di Pilkada sebelumnya, menurut dia bukan berarti hasil tes kesehatan salah. “Kesehatan itu tidak mutlak, jadi hasil tes kesehatan, tidak bisa hari ini dinyatakan sehat, minggu depan sakit, meninggal itu bukan tes kesehatan yang salah. Orang sakit, meninggal karena penyakit tertentu itu bisa kapan saja. Bisa saja hari ini kita nyatakan sehat, besok ada stressor, kondisinya bisa saja menurun,” pungkasnya. (*)

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help