Pilgub Jatim 2018

Klarifikasi La Nyalla soal "Mahar" Rp 40 M, Bawaslu Akan Panggil Prabowo Jika Perlu

Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur berencana melayangkan surat panggilan kepada La Nyalla Mahmud Mattalitti, hari ini.

Klarifikasi La Nyalla soal
Surya
La Nyalla dan Prabowo Subianto. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur berencana melayangkan surat panggilan kepada La Nyalla Mahmud Mattalitti, Sabtu (13/1) hari ini. Panggilan itu terkait dugaan permintaan "mahar" Rp 40 miliar dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

La Nyalla telah gagal maju dalam Pilgub Jatim 2018. Dalam pengakuan La Nyalla, Prabowo meminta dana Rp 40 miliar kepadanya untuk mendapatkan rekomendasi pilgub dari Gerindra.

"Kami menunggu hasil klarifikasi (terhadap La Nyalla). Nanti kalau memang ada bukti permulaan, dan kalau perlu klarifikasi kepada Ketua Umum Partai Gerindra, maka akan kami panggil pula," kata Ketua Bawaslu Jatim Aang Kunaifi saat dihubungi Kompas.com dari Jakarta, Jumat (12/1).

Aang menyatakan, Bawaslu tetap akan menindaklanjuti kasus dugaan politik uang ini. Meskipun, La Nyalla belum mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Jatim. Sesuai Undang-undang Pilkada, jelas Aang, Bawaslu memiliki kewenangan mengawasi dan menindak kasus dugaan "mahar politik".

"Yang bersangkutan memang tidak mendaftar. Tapi, sebagai upaya untuk mengikis praktik 'mahar' politik, Bawaslu Jatim punya kewajiban menindak," ujarnya.

La Nyalla dikabarkan telah memutuskan berhenti sebagai kader Gerindra. Pada 11 Desember 2017, ia disebut memperoleh surat mandat dari Prabowo. Mandat itu berlaku 10 hari, berakhir pada 20 Desember.

Dalam surat bernomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 itu, nama La Nyalla sebagai bakal calon gubernur Jatim dinyatakan sedang diproses DPP. Selain mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta menyiapkan kelengkapan pemenangan.

Kelengkapan pemenangan inilah yang disebut La Nyalla sebagai permintaan Rp 40 miliar dari Prabowo. Uang tersebut, menurut dia, akan digunakan untuk keperluan saksi pilgub.

Permintaan itu, beber La Nyalla, disampaikan saat pertemuan dengan Prabowo di Hambalang, Bogor, 10 Desember 2017. Bertepatan dengan pengumuman Mayor Jenderal (Purn) Sudrajat sebagai balon gubernur Jawa Barat dari Gerindra.

"Saya dimintai Rp 40 miliar. Uang saksi. Disuruh serahkan 20 Desember 2017. Kalau tidak bisa, saya tidak akan direkomendasikan," katanya, mengutip Tribunnews.com, Kamis (11/1). "Yang minta Bapak Prabowo kok," lanjut La Nyalla yang mengaku telah mendukung Prabowo dari tahun 2009 saat menjadi calon wakil presiden.

Editor: yoso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help