Lembaga Aksi Cepat Tanggap Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina

Keputusan sepihak Amerika Serikat terkait pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem memantik lagi krisis Israel-Palestina

Lembaga Aksi Cepat Tanggap Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina
Dokumentasi ACT
Para aktivis ACT berkonsolidasi. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Keputusan sepihak Amerika Serikat terkait pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem memantik lagi krisis Israel-Palestina, yang telah berlangsung lima dekade.

Protes maupun kecaman keras mencuat, baik dari rakyat Palestina maupun dunia, termasuk Indonesia. Peristiwa ini pun memicu aksi kemanusiaan dari rakyat Indonesia.

Satu di antaranya dari lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT). Mereka merancang Program Kapal Kemanusiaan Palestina. Mereka akan mengirim 10 ribu ton beras ke Palestina pada 21 Februari 2018.

Tak hanya beras, akan ada bantuan pangan lainnya. Seperti gula dan tepung. ACT akan mengirimnya juga melalui Kapal Kemanusiaan Palestina.

Dian Eka dari Bagian Program ACT Lampung mengungkapkan, bantuan pangan menjadi prioritas untuk Palestina. Pangan merupakan kebutuhan pokok yang mendesak bagi warga Palestina.

"Ini adalah aksi 'Segenggam Beras untuk Palestina'. Kami berharap aksi ini bisa menggerakkan rasa kepedulian dan kedermawanan masyarakat Lampung," ujar Dian melalui rilis kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (12/1/2018).

Dian menyatakan, segenggam beras mungkin belum berarti bagi warga Palestina. Namun, setidaknya ini bisa menjadi nutrisi penyemangat serta pembuktian cinta bagi Palestina.

"Palestina adalah negeri para nabi yang penuh berkah, dan perlu kita perjuangkan sampai hari kemerdekaannya," tutur Dian.

Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved