TribunLampung/

Terpidana Mati Ini Pernah Khatam Alquran Dua Kali

Asmiri mengaku sangat terpukul begitu mengetahui anak bungsunya itu ternyata terlibat narkoba. Bahkan, sudah divonis hukuman mati.

Terpidana Mati Ini Pernah Khatam Alquran Dua Kali
tribunlampung/bayu
Asmiri, ayah terpidana mati Hendrik Saputra, saat ditemui di rumahnya, Jumat (12/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hendrik Saputra (24), salah satu terpidana mati kasus narkoba, ternyata pernah khatam Alquran. Bukan hanya sekali, melainkan dua kali.

Hal itu dikatakan Asmiri (83), ayah Hendrik. Warga Jalan Dr Harun II Gang Klutum I Nomor 12A Kotabaru, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung ini mengaku tidak pernah tahu anaknya terlibat dalam peredaran narkoba.

Baca: Empat Bandar Narkoba Divonis Hukuman Mati

Di matanya, Hendrik merupakan anak yang saleh dan taat beragama. ”Kalau bada Magrib, dia itu sering mengaji. Dia juga pernah dua kali khatam Alquran,” kata Asmiri saat ditemui di rumahnya, Jumat (12/1/2018).

Asmiri mengaku sangat terpukul begitu mengetahui anak bungsunya itu ternyata terlibat narkoba. Bahkan, sudah divonis hukuman mati.

Meski begitu, ia tetap menghormati hukum yang berlaku. Namun, ia meminta hukuman anaknya diringankan.

Baca: Berita Foto: Begini Suasana Sidang Putusan Hukuman Mati Bandar Narkoba

"Kalau bisa diringankan hukuman anak saya itu. Jangan sampai hukuman mati. Saya dengar kok malah dihukum mati," kata dia.

Empat dari enam bandar narkoba diputus pidana hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (11/1/2018). Keempat terdakwa tersebut adalah Hendrik Saputra, Haryono, Satria Aji Andika, dan Ridho Yudiantara.

Sementara terdakwa bandar narkoba lainnya, Agus Purnomo, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara plus denda Rp 1 miliar. Kemudian terdakwa Rizki  Arijumanto divonis penjara seumur hidup. (*)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help