TribunLampung/

BREAKING NEWS LAMPUNG

Orangtua Rafli Batalkan Rencana Polisi Otopsi Balita Tewas di Dalam Mobil

Rafli, balita ini terpaksa harus meregang nyawa setelah ditinggalkan oleh orangtunya di dalam mobil sekitar dua jam.

Orangtua Rafli Batalkan Rencana Polisi Otopsi Balita Tewas di Dalam Mobil
net
ilustrasi anak tewas 

Laporan Reporter Tribun Lampung Muhammad Heriza

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rafli terpaksa meregang nyawa setelah ditinggalkan oleh orangtuanya di dalam mobil sekitar  dua jam.

Pasca peristwa tersebut, rencananya jenazah balita warga Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung, akan diusung aparat petugas kepolisian ke RSUAM untuk dilakukan visum, kemudian tubuh korban diautopsi.

Baca:

Bocah Meninggal Dalam Mobil, Begini Kronologinya

Terkunci Dalam Mobil, Bocah Dua Tahun Meregang Nyawa

 Akan tetapi, rencana tersebut urung dilakukan petugas kepolisian, karena kedua orangtua korban membuat surat pernyataan perjanjian dan dibubuhi tanda tangan mereka.

 “Setelah jenazah korban dipulangkan dari RS Advents, awalnya petugas hendak membawa jenazah korban ke RSUAM untuk divisum dan diautopsi,” kata Hapran, sapaan akrab Kapolsek Tanjungkarang Barat.

Menurut Hapran, meski korban merupakan anak kandung kedua orangtuanya, polisi berhak mengusung jenazah korban, agar memastikan apakah tewasnya korban karena kehabisan oksigen atau karena lain.

 “Setelah kedua orangtuanya membuat pernyataan perjanjian kepada kepolisian, sehingga menjadi dasar polisi mengapa tidak dilakukan visum ataupun autopsi, karena ada kedua orangtuanya sebagai jaminan dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Karena tidak lakukan visum luar dan visum dalam, sehingga polisi tidak bisa menyampaikan hasil dugaan kematian korban.

 “Polisi tidak bisa menduga-duga, sebab jenazah korban tidak dilakukan visum,” ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Heriza
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help