Menangis di Depan Polisi, Begini Pengakuan Pelaku Curanmor

Agus mengaku terpaksa mencuri karena terdesak kebutuhan biaya untuk menafkahi keluarganya.

Menangis di Depan Polisi, Begini Pengakuan Pelaku Curanmor
tribunlampung/riza
Tersangka curanmor Agustiansyah menangis di depan polisi dan awak media. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Muhammad Heriza

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GEDONG TATAAN - Agustiansyah, warga Kedamaian, Bandar Lampung, mengalami nasib nahas. Rencananya mencuri motor di Desa Wiyono, Gedong Tataan, Pesawaran gagal total.

Saat dihadirkan dalam gelar kasus di Mapolres Pesawaran, Rabu, 17 Januari 2018, Agustiansyah mengaku kapok. Bahkan, saat diwawancarai awak media, ia sempat menangis di depan polisi.

Baca: Datang Jalan Kaki, Pria Ini Pulang Bawa Motor, Ini yang Terjadi

"Sumpah, Pak. Saya kapok dan berjanji tidak akan melakukannya lagi," kata Agus seraya meneteskan air mata.

Agus mengaku terpaksa mencuri karena terdesak kebutuhan biaya untuk menafkahi keluarganya. 

"Saya punya anak dua. Mereka butuh uang sekolah. Jadi saya nekat curi motor. Rencananya, hasil jual motor itu akan saya berikan untuk anak," sebutnya.

Baca: Begini Pengakuan Komplotan Curanmor ABG

Dia mengaku baru pertama kalinya mencuri motor. Dia tidak menyangka aksinya di Desa Wiyono menemui kegagalan.  

Saat ditanya kenapa tidak mencuri di Bandar Lampung, ia menggelengkan kepala.

"Di Bandar Lampung saya nggak berani karena takut dimassa. Makanya saya pilih lokasi di sini," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Heriza
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help