TribunLampung/
Home »

Metro

Bantah Tahan Ijazah Siswa, Kepsek Ini Menangis Tersedu-sedu

Kepala SMK Negeri 2 Metro Armina membantah adanya upaya penahanan ijazah seorang siswa.

Bantah Tahan Ijazah Siswa, Kepsek Ini Menangis Tersedu-sedu
tribunlampung/indra
Kepala SMKN 2 Metro Armina meneteskan air mata saat menjelaskan penahanan ijazah Ridho kepada wartawan, Jumat, 19 Januari 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Kepala SMK Negeri 2 Metro Armina membantah adanya upaya penahanan ijazah seorang siswa. Bahkan, Armina menjelaskan permasalahan itu sambil menangis tersedu-sedu. 

"Ini miskomunikasi. Awalnya saya mau berikan ijazah secara gratis. Toh, itu sedekah,” kata Armina saat memberikan klarifikasi kepada awak media, Jumat, 19 Januari 2018.

Baca: Siswa Miskin Tak Bisa Ambil Ijazah, Sekolah Minta Rp 5,5 Juta

”Makanya saya minta orangtuanya hadir. Setelah itu kita rapatkan bersama jajaran sekolah. Kenapa kita harus rapat dulu? Karena memang kita belum menentukan kebijakan soal pengambilan ijazah," lanjutnya.

Dia menjelaskan, SMKN 2 akan memberikan ijazah Ridho secara gratis. Keputusan ini diambil setelah pihak sekolah melakukan rapat bersama.

Baca: Danyonif-9 Serahkan Ijazah Siswa SD Pulau Tegal

"Tadi pagi sudah kita antarkan ke rumahnya. Tetapi yang bersangkutan dan keluarga tidak di rumah," bebernya. 

Ridho, siswa SMK Negeri 2 Metro, tidak bisa mengambil ijazahnya lantaran masih menunggak biaya sekolah sebesar Rp 5,5 juta. Meskipun berasal dari keluarga tidak mampu dan mendapat bantuan khusus miskin (BKM), Ridho tetap diwajibkan melunasi tunggakan sebagai syarat mengambil ijazah.

Orangtua Ridho (19), Husni, pun telah mendatangi pihak sekolah dan meminta toleransi. Tetapi, permintaan tersebut tidak dihiraukan. Bahkan untuk mengambil fotokopi ijazah, ia diharuskan membayar 50 persen, dari tunggakan biaya. Pihak SMK Negeri 2 Metro beralasan, pelunasan tunggakan telah menjadi kebijakan dalam pengambilan ijazah. (*)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help