TribunLampung/

BREAKING NEWS LAMPUNG

Setelah Diraba-raba, Santri Ini juga Diancam Pelaku

Berdasarkan pengakuan CN, lanjut Putri, pelecehan seksual yang dialaminya tidak hanya satu kali, melainkan berulang kali.

Setelah Diraba-raba, Santri Ini juga Diancam Pelaku
tribunlampung/riza
LPA Lampung melaporkan pelecehan seksual yang dialami seorang santri di Lampung Tengah, Jumat, 19 Januari 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Muhammad Heriza

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ternyata, praktik pelecehan seksual di sebuah pondok pesantren di Lampung Tengah sudah berlangsung lama.

Hal itu diungkapkan tim advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Putri Maya Rumanti saat mendatangi Polda Lampung, Jumat, 19 Januari 2018.

Baca: LPA Laporkan Pimpinan Ponpes Terkait Kasus Pencabulan Santri

Putri menjelaskan, salah satu korban pelecehan adalah CN. Korban mengaku mengalami perbuatan tak senonoh sejak 2014.

”Saat itu, korban jadi santri di ponpes. Tapi, CN sudah keluar pascaperistiwa yang menimpanya,” tutur Putri, yang turut membawa CN ke Mapolda Lampung.

Berdasarkan pengakuan CN, lanjut Putri, pelecehan seksual yang dialaminya tidak hanya satu kali, melainkan berulang kali.

Baca: Berkas Pencabulan Santri Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

"Awalnya korban dibujuk rayu. Kemudian kemaluan dan payudara korban diraba-raba menggunakan jari," beber Putri.

Menurut Putri, korban juga mengaku mendapat ancaman oleh pelaku apabila bercerita kepada orang lain. "Pelaku mengancam membuat korban tidak nyaman selama hidupnya," jelasnya.

Namun, Putri enggan membeberkan lebih jauh bentuk ancaman tersebut. "Apakah korban akan diculik atau lain sebagainya, yang jelas semasa hidup korban ke depan akan dibuat tidak nyaman oleh pelaku jika membongkar aibnya," timpal Putri. (*)

Penulis: Muhammad Heriza
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help