Tak Ada Biaya, Pasien Hepatitis C Berhenti Berobat

Rata-rata pasien Hepatitis C mengeluarkan dana sebesar Rp 34,7 juta untuk menyelesaikan pengobatan.

Tak Ada Biaya, Pasien Hepatitis C Berhenti Berobat
Istimewa

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

JAKARTA, TRIBUN - Rata-rata pasien Hepatitis C mengeluarkan dana sebesar Rp 34,7 juta untuk menyelesaikan pengobatan.

Data tersebut berdasarkan hasil studi Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI) mengenai beban ekonomi terkait Hepatitis C.

konsultan penelitian PKNI, Catherine Thomas mengatakan, studi dilakukan tanpa memandang metode pembiayaan, baik program pemerintah, BPJS, asuransi, atau pribadi.

Selain kebutuhan dana, hasil penelitian tersebut juga mendapatkan bahwa sejumlah pasien terpaksa menghentikan pengobatan mereka.

Pasien-pasien tersebut, lanjut Catherine, adalah pasien yang membayar dengan uang pribadi, dan merupakan pasien terapi berbasis interferon.

Baca: Harta Kekayaan 4 Balon Gubernur Lampung, Ada yang Kehilangan Rp 5 Miliar Setahun

"Mereka berhenti menggunakan pengobatan pada minggu ke 16. Padahal, terapi berbasis interferon harus digunakan selama 48 minggu," ungkap Catherine, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunlampung.co.id, Sabtu (27/1).

“Beban ekonomi pasien yang pengobatannya terputus di tengah jalan, jauh melebihi biaya hidup mereka selama setahun. Jika dibandingkan secara sederhana, biaya yang dikeluarkan selama 4 bulan tersebut, sama dengan biaya hidup pasien selama 17 bulan,” tambah peneliti di Program Doktoral Universitas Atma Jaya itu.

Virus Hepatitis C telah menjadi satu di antara penyebab utama penyakit hati kronik di seluruh dunia.

Halaman
12
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help