Tak Hanya Warga Miskin, PNS dan Aparat Desa di Kabupaten Ini Akan Dapat Beras Gratis

Pemkab Mesuji mengalokasikan dana sebesar Rp 7,2 miliar untuk bantuan beras warga miskin pada tahun 2018 ini.

Tak Hanya Warga Miskin, PNS dan Aparat Desa di Kabupaten Ini Akan Dapat Beras Gratis
tribunlampung/dodi
Beras (ilustrasi) 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ENDRA ZULKARNAIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Pemkab Mesuji mengalokasikan dana sebesar Rp 7,2 miliar untuk bantuan beras warga miskin pada tahun 2018 ini.

Bantuan beras akan menyasar 1.000 anak yatim dan sekitar 6.000 rumah tangga sasaran.

Bupati Mesuji Khamami menjelaskan, penyaluran beras itu gratis untuk warga tidak mampu. Khususnya yang belum mendapat bantuan beras dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

"Masing-masing penerima nanti dapat kuota 10 kg per bulan. Bagi 1.000 anak yatim, akan kami beri 5 kg beras dan uang saku Rp 200 ribu per bulan," kata Khamami, Selasa (30/1/2018).

Tak hanya warga miskin, Pemkab Mesuji juga akan memberi bantuan beras kepada pegawai negeri sipil dan aparat desa.

"Kami juga mengalokasikan dana Rp 8 miliar untuk pembelian beras bagi ASN dan perangkat desa," ujar Khamami.

Di samping itu, Khamami memastikan pemkab akan membeli beras hasil panen petani. Karenanya, ia meminta petani tidak lagi menjual hasil panen dalam bentuk gabah, melainkan dalam bentuk beras.

"Sesuai arahan Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo), ke depan, petani di Mesuji saya minta tidak menjual gabah, melainkan menjual beras. Pemkab akan membeli beras petani," jelas Khamami.

"Mengapa demikian? Supaya petani dapat keuntungan lebih besar, sehingga tidak ada istilah harga gabah anjlok di Mesuji," imbuhnya.

Untuk kesejahteraan petani padi, pihaknya juga akan memfasilitasi keperluan mulai dari penanaman sampai panen, termasuk soal modal. Khamami menyatakan, pemkab akan memfasilitasi agar petani bisa mudah mengajukan pinjaman modal ke bank.

"Bank yang kami minta untuk membantu para petani adalah BRI melalui pinjaman kredit usaha rakyat," ujar Khamami.

"Tentunya bank ini menerapkan bunga yang serendah-rendahnya, hanya 7 persen agar tidak memberatkan petani," sambungnya.

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help