Harga Jagung Rp 1.800 per Kg, Begini Curhat Petani
Ketua KTNA Lampung Selatan Amin Syamsudin mengatakan, turunnya harga jagung saat ini di angka Rp 1.800 per kg sangat memukul para petani.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Rendahnya harga jagung pada musim panen turut menjadi perhatian Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lampung Selatan.
Ketua KTNA Lampung Selatan Amin Syamsudin mengatakan, turunnya harga jagung saat ini di angka Rp 1.800 per kg sangat memukul para petani.
Baca: Mau Abadikan Momen Super Blue Blood Moon Pakai Ponsel? Simak Tipsnya
“Dengan harga saat ini, petani tentu tidak mendapatkan hasil sesuai harapan. Mereka hanya bisa pulang modal,” kata Amin, Rabu, 31 Januari 2018.
Menurut Amin, pemerintah seharusnya membantu petani agar harga jagung tidak turun begitu jauh. Selama ini pemerintah melalui bulog juga tidak banyak berperan untuk mengendalikan penurunan harga jagung.
Baca: VIDEO: Menu Kekinian, Makan Kentang Goreng Dicocol Keju Meleleh
Padahal di sisi lain, pemerintah juga telah mempersulit petani pada musim tanam. Saat akan tanam, bibit jagung di pasaran langka. Akibatnya, petani harus membeli bibit lebih mahal.
Ini tentu memperbesar biaya produksi petani. Belum lagi kebutuhan pupuk. Saat ini kebutuhan pupuk petani tidak bisa tercukupi dengan alokasi dari pemerintah. Sementara harga pupuk nonsubsidi cukup mahal.
“Inilah kondisi petani, selalu berada pada posisi terjepit. Perhatian pemerintah seakan setengah hati kepada petani. Di satu sisi, petani diberi bantuan. Tapi di sisi harga, petani tidak pernah mendapatkan pembelaan dari pemerintah,” tandas Amin. (*)