Pemkab Bina UKM Pembuat Krupuk dengan Pewarna Tekstil

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lampung telah melaporkan temuan produksi kerupuk yang menggunakan bahan pewarna tekstil

Pemkab Bina UKM Pembuat Krupuk dengan Pewarna Tekstil

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Lampung telah melaporkan temuan produksi kerupuk yang menggunakan bahan pewarna tekstil kepada kepala daerah Pringsewu.

Kepala BBPOM Lampung Syamsuliani mengaku telah bertemu langsung dengan Bupati Sujadi dan Wakil Bupati Fauzi, Minggu (4/2) pagi di acara yang diselenggarakan di komplek perkantoran Pringsewu.

Baca: Waspada, Kerupuk di Pringsewu Pakai Pewarna Tekstil

"Bupati dan wakilnya minta supaya itu (UKM) dilakukan pembinaan dulu," ujar Syamsuliani, Minggu.

Ia menuturkan bahwa pihaknya juga telah memberikan edukasi terkait pewarna makanan yang direkomendasikan adalah yang memiliki register BBPOM, yakni MD (makanan produksi dalam negeri), dan nomor regristrasinya ada 12 angka.

Baca: Sudah Ditahan KPK, Pengacara Fredrich Yunadi Dapat Sanksi Mematikan dari Organisasi Profesi Ini

Sedangkan pewarna yang dilarang selain Rodhamin B, ada juga Methanil Yellow, yang juga pewarna tekstil tujuannya untuk memberikan warna cerah kuning.

Atas ditemukan home industry yang menggunakan zat pewarna berbahaya, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pringsewu akan melakukan pembinaan.

"Tadi saya sudah meminta beberapa pihak untuk melakukan pembinaan, dalam waktu dekat akan kita lakukan sidak dan berharap tidak kita temukan lagi," ujarnya.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help