TribunLampung/

Harga Bawang Merosot, Petani Sulap Lahan Jadi Tambang Udang

Mereka menyulap lahannya menjadi areal tambak udang yang dinilai lebih menguntungkan.

Harga Bawang Merosot, Petani Sulap Lahan Jadi Tambang Udang
Tribun Lampung/IST
Ilustrasi tambak udang. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Para petani bawang merah di Kecamatan Ketapang dan Sragi, Lampung Selatan kini lesu. Pasalnya, harga bawang merah di tingkat petani saat ini cukup rendah, berkisar Rp 10 ribu per kilogram.

“Sekarang petani bawang mulai lesu. Karena harga rendah. Sebab, biaya produksi tanam bawang merah ini tinggi. Bisa mencapai puluhan juta per hektarenya,” terang Herlan, Korluh Pertanian Kecamatan Ketapang, Jumat, 9 Februari 2018.

Baca: Harga Bawang Merah Terjun Bebas, Petani Menjerit

Baca: Ini Tuntutan Petani Jagung kepada Pemerintah

Menurut dia, petani mampu memghasilkan sekitar 9 ton bawang per hektare. Dengan harga Rp 10 ribu per kg saat ini, penghasilan petani Rp 90 juta per hektare. Sementara biaya produksi bisa mencapai Rp 80 juta per hektare.

“Biaya terbesar itu pada bibit, membuat galangan, dan pupuk. Bisa mencapai Rp 80 juta. Belum lagi biaya lainnya,” kata Herlan.

Kini, lanjut Herlan, banyak petani bawang yang terpaksa beralih. Mereka menyulap lahannya menjadi areal tambak udang yang dinilai lebih menguntungkan.

“Sekarang banyak yang dijadikan tambak. Seperti di Desa Pematang Pasir. Karena dinilai lebih menguntungkan,” ujar Herlan. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help