Ini Tuntutan Petani Jagung kepada Pemerintah

Pasalnya, dengan harga jagung saat ini berkisar Rp 3.000 per kilogram di gudang utama, petani hanya menerima Rp 1.800 per kilogram.

Ini Tuntutan Petani Jagung kepada Pemerintah
tribunlampung/dedi
Petani jagung di Kalianda sedang panen. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Para petani jagung di Kabupaten Lampung Selatan berharap pemerintah bisa mengambil langkah guna melakukan stabilitas harga jagung yang terus merosot saat ini.

Pasalnya, dengan harga jagung saat ini berkisar Rp 3.000 per kilogram di gudang utama, petani hanya menerima Rp 1.800 per kilogram.

Baca: Setor Rp 800 Ribu, Nasabah BRI Langsung Dapat Angpau

Baca: Kesal Banyak Kotoran Burung, Ini yang Dilakukan DPRD Pringsewu

Ini dikarenakan adanya potongan kadar air dan biaya lainnya. Dengan harga tersebut, petani tidak mendapatkan penghasilan yang sesuai.

“Dengan harga saat ini, kita tidak mendapatkan hasil. Karena biaya produksi untuk tanam kali ini jauh lebih besar akibat dari kenaikan harga bibit jagung di periode bulan September-November lalu,” kata Hadi, petani jagung di Kalianda, Jumat, 9 Februari 2018.

Menurut dia, jika pemerintah tidak segera menstabilkan harga, petani khawatir harga bisa terus merosot. Mengingat saat ini saja baru akan memasuki musim panen.

“Kita khawatir harga akan terus turun. Karena puncak panen diperkirakan baru pada akhir bulan dan Maret nanti. Jika di awal panen saja sudah turun, puncak panen pasti akan lebih jatuh,” tambah Udin, petani jagung lainnya. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help