TribunLampung/

Petani Mengeluh Saat Harga Sawit Naik, Lho Kok?

Saat ini harga sawit mencapai Rp 1.700 per kilogram. Angka ini naik dari Januari lalu yang hanya Rp 1.500 per kilogram.

Petani Mengeluh Saat Harga Sawit Naik, Lho Kok?
Kontan/Muradi
Sawit 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KETAPANG – Jika harga komoditas bawang merah dan jagung menurun, tidak demikian dengan sawit. Harga sawit saat ini mengalami kenaikan.

Kendati begitu, petani sawit tidak bisa menikmatinya. Alasannya, saat harga tinggi, hasil panen sawit justru menurun.

Saat ini harga sawit mencapai Rp 1.700 per kilogram. Angka ini naik dari Januari lalu yang hanya Rp 1.500 per kilogram.

Baca: Petani Jagung Penuhi Standar Bulog, Ini Penyebabnya

Baca: Ini Daerah di Lampung yang Akan Didatangi Ratu Belanda

"Memang harga naik. Tetapi hasil panen justru turun 30-40 persen,” terang Suko, petani sawit di Desa Kemukus, Ketapang, Jumat, 9 Februari 2018.

”Jika tahun lalu bisa menghasilkan 20-25 kilogram tandan buah segar per pohon, sekarang hanya 12-15 kilogram,” jelasnya.

Ia memperkirakan, kenaikan harga saat ini dikarenakan produksi sawit mengalami penurunan. Sementara permintaan TBS sawit dari pabrik pengolahan minyak sawit meningkat.

Joko, petani sawit di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, mengatakan, menurunnya produksi dipengaruhi kondisi cuaca dan pemupukan. Menurutnya, petani terlambat melakukan pemupukan dikarenakan alokasi pupuk bersubsidi bagi petani terlambat datang.

“Paling berpengaruh karena terlambat melakukan pemupukan. Produksi pasti turun jika terlambat. Apalagi cuaca juga sering tidak menentu,” tandasnya. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help