"Serpihan Surga di Bumi Beguwai Jejama" Sabet Juara Lomba Menulis Pesona Lambar

Keindahan Danau Ranau dalam tajuk "Serpihan Surga di Bumi Beguwai Jejama" menjadi jawara Lomba Menulis Pesona Lampung Barat.

Istimewa
Lumbok Resort 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Keindahan Danau Ranau dan pesona bentang alamnya yang dikisahkan Christian Heru Cahyo Saputro dengan tajuk "Serpihan Surga di Bumi Beguwai Jejama" menjadi jawara Lomba Menulis Pesona Lampung Barat.

"Serpihan Surga di Bumi Beguwai Jejama" tersebut menyisihkan puluhan karya lain dalam Lomba Menulis Pesona Lambar yang diselenggarakan Forum Literasi Lampung Barat (FLLB) belum lama ini.

Dalam puncak acara Pekan Literasi Lambar di Lamban Kopi, Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong, Lambar, Minggu, 4 Februari 2018 lalu, Dewan Juri menetapkan karya Christian Heru Cahyo Saputro ini menjadi juara pertama.

Adapun Dewan Juri terdiri dari Sastrawan Lampung Udo Z Karzi (Zulkarnain Zubairi), Putri Buku Indonesia 1996 Yusmalasari A Duarsa, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Lambar Vicky Andrias.

Juara kedua direbut Mahdalena dengan judul karya "Koralaba Menembus Asa". Lalu, Ande Larista Simatupang dengan judul karya "The Name is Hamtebiu Not 'Hantu'biu" menyabet juara ketiga.

Sementara juara harapan 1, 2, dan 3 secara berurut diraih Renzi Saputra dengan judul karya "Nyambai: Seni Pertunjukan Kerakyatan di Bumi Sekala Brak", Asis Budi Santoso "Menggagas Konsep Agrowisata Lampung Barat", dan Eni Muslihah "Senja di Kebun Raya Liwa hingga Nyeruput Kopi Luwak".

"Selain pemenang, terdapat pula 20 tulisan terpilih," ujar Udo Z Karzi dalam rilis, Jumat (9/2/2018).

"Tulisan pemenang dan tulisan terpilih akan dibukukan dalam buku berjudul "Sepotong Surga di Kaki Pesagi", yang diterbitkan Forum Literasi Lampung Barat bekerja sama dengan Pustaka LaBRAK," sambung peraih Hadiah Sastra Rancage 2017 ini.

Ketua Panitia Donna Sorenty Moza menjelaskan, Gerakan Lampung Barat Membaca yang dicanangkan Bupati Lambar Parosil Mabsus pada hari pertama kerjanya perlu diapresiasi dan didukung semua pihak.

"Kerja nyata berkelanjutan dalam bentuk donasi buku (buku tulis, bacaan, kisi-kisi ujian, agama, dan lainnya), pembangunan jejaring literasi (komunitas), pembuatan Peraturan Bupati Literasi, dan sebagainya, menjadi agenda kesehariannya sebagai kepala daerah," papar Donna yang juga Ketua FLLB ini.

Puncak Pekan Literasi Lambar diisi berbagai agenda di sejumlah tempat di Way Tenong (Tambak Jaya, Padang Tambak, dan Mutaralam). Dihadiri berbagai elemen pegiat literasi, antara lain Bunda Literasi Lambar Partinia, penggiat literasi Lampung Eni Amalia, aktivis Motor Perahu Pustaka Lampung Ardi Yanto, dan Putri Buku Indonesia 1996 Yusmalasari.

Donna menambahkan, acara ini menjadi ajang diskusi dan silaturahmi bagi jejaring literasi dalam upaya memantapkan gerakan terwujudnya Lambar sebagai Kabupaten Literasi.

"Bagi nama-nama yang disebutkan sebagai nominasi, diharapkan melengkapi biografi naratif singkat maksimal 15 baris. Disertai alamat surat, Facebook, dan nomor kontak. Kirim ke email donamoza84@gmail.com untuk keperluan penerbitan buku tersebut," jelas Donna.

"Setiap penulis yang karyanya dimuat dalam buku ini, akan diberikan satu buku sebagai bukti pemuatan," tutup Dona.

Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help