Aksi Kamisan, Gerakan Pro-Demokrasi Lampung Suarakan Tuntutan Korban Talangsari

Gerakan Pro-Demokrasi Lampung menggelar Aksi Kamisan di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Kamis (8/2/2018).

Aksi Kamisan, Gerakan Pro-Demokrasi Lampung Suarakan Tuntutan Korban Talangsari
Istimewa
Diskusi "Refleksi Kasus HAM Talangsari" berlangsung di kantor LBH Bandar Lampung, Kamis (8/2). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gerakan Pro-Demokrasi Lampung menggelar Aksi Kamisan di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Kamis (8/2/2018). Ini merupakan aksi pertama yang akan menjadi rutinitas setiap minggunya.

Aksi Kamisan perdana tersebut bertepatan dengan 29 Tahun Pelanggaran Hak Asasi Manusia Talangsari. Selama kurun waktu 29 tahun, hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya para korban dan keluarga korban Talangsari tidak terpenuhi.

"Para korban menuntut agar harkat dan martabat mereka segera dipulihkan secara layak oleh negara," demikian pernyataan dalam rilis yang diterima Tribun.

"Rezim berganti rezim belum juga memberi angin segar kepada korban dan keluarga korban Talangsari. Terbukti dengan tidak terlaksananya Nawacita Jokowi-JK saat kampanye Pilpres 2014, yang berbunyi 'Kami berkomitmen menyelesaikan secara berkeadilan terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang sampai saat ini masih menjadi beban sosial politik bagi Bangsa Indonesia'," lanjut pernyataan Gerakan Pro-Demokrasi Lampung ini.

Gerakan Pro-Demokrasi Lampung ini merupakan gabungan dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat. Antara lain KontraS, LBH Bandar Lampung, AJI Bandar Lampung, Walhi Lampung, dan SP Sebay Lampung.

Kemudian LMND, BEM Malahayati, BEM FH UBL, Mahusa, UKM F Mahkamah Unila, HMI Komisariat Hukum Unila, keluarga korban Talangsari, Ikam Jabung Sai, dan SMI Bandar lampung.

Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help