TribunLampung/

Begini Tanda-tanda Anak Kekurangan Gizi dan Dampak Negatif Bakal Diderita

Anak membutuhkan gizi seimbang guna proses tumbuh kembang. Kondisi sebaliknya, anak kurang gizi berdampak buruk bagi pertumbuhannya.

Begini Tanda-tanda Anak Kekurangan Gizi dan Dampak Negatif Bakal Diderita
mirror.co.uk
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Ferika Okwa Romanto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Anak membutuhkan gizi seimbang guna proses tumbuh kembang.

Kondisi sebaliknya, anak kurang gizi berdampak buruk bagi pertumbuhannya.

Menurut dr Amran Sp.A, anak mengalami gejala kurang gizi atau malnutrisi secara kasat mata bisa dilihat dari fisik dan tingkah laku kesehariannya.

Beberapa diantaranya, berat dan tinggi badan anak tidak normal, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hilang nafsu makan, dan mudah terserang penyakit.

"Bila menemukan kondisi tersebut, baiknya orangtua segera berkonsultasi dengan ahli kesehatan, dokter, dan ahli gizi. Tujuannya, agar kondisi tersebut bisa ditangani segera," ujarnya.

Baca: Foto Pelukan Terakhir Orangtua Terhadap Anak Jelang Detik Terakhir Kematian Sungguh Mengharukan

Faktor anak kurang gizi imbuh dr Amran bervariasi. Satu diantaranya, asupan sejumlah unsur nutrisi tidak komplit dan berimbang.

Sejatinya, asupan makanan nilai nutrisinya harus memenuhi syarat atau istilahnya makro nutrien seimbang dan komplit unsur protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin.

"Penyebab kurang gizi lainnya dipicu gangguan pencernaan anak, cacingan, infeksi, kondisi lingkungan kurang sehat".

"Minimnya pengetahuan orangtua tentang gizi juga bisa menjadi faktor penyebabnya," ujar dr Amran.

Baca: Sepintas Tampilan Boneka Ini Biasa, Tapi Saat Roknya Terangkat Hal Janggal Terkuak!

Ia mengimbau, orangtua mencari banyak informasi seputar gizi, konsultasi kepada ahli guna mengetahui penyebab dan penanganan secara tepat malnutrisi.

Mengolah makanan menjadi menarik dan variatif, juga bisa jadi alternatif agar anak menyukai makanan yang disuguhkan. (*)

Tags
Kesehatan
Penulis: Ferika Okwa Romanto
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help