TribunLampung/
Home »

Metro

Camat Metro Pusat Beber Masalah-masalah di Kecamatannya

Camat Metro Pusat Triana Aprisia mengungkap beberapa masalah yang ada di kecamatannya.

Camat Metro Pusat Beber Masalah-masalah di Kecamatannya
Tribun Lampung
Wali Kota Achmad Pairin memberi arahan dalam acara Musrenbang Kecamatan Metro Pusat, Senin (12/2/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG INDRA SIMANJUNTAK

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Camat Metro Pusat Triana Aprisia mengungkap beberapa masalah yang ada di kecamatannya.

Triana membeberkan masalah-masalah tersebut dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Metro Pusat di Aula Kelurahan Hadimulyo Barat, Senin (12/2/2018).

Triana mencontohkan satu masalah di Kecamatan Metro Pusat adalah sampah. Masalah lainnya, menurut dia, padatnya penduduk.

"Tapi, di Metro Pusat telah dibentuk dua Kampung KB (Keluarga Berencana) untuk mengantisipasi kepadatan penduduk," katanya.

Masalah lainnya, ungkap Triana, soal pedagang kaki lima (PKL). Di wilayah Metro Pusat, beber dia, PKL berjualan di pinggir jalan dan trotoar.

"Musrenbang menyepakati penataan PKL, sehingga tidak lagi berjualan di pinggir jalan atau trotoar," ujar Triana.

Dalam musrenbang tersebut, disetujui rencana pengembangan Taman Merdeka dan Samber Park. Terungkap pula soal perolehan anggaran Rp 61 miliar, yang di antaranya digunakan untuk membangun Gedung Wanita di Kelurahan Imopuro sebesar Rp 42 miliar.

Wali Kota Metro Achmad Pairin menjelaskan, kesepakatan musrenbang menjadi sumber utama perencanaan pembangunan daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa hal tersebut bukan merupakan keputusan yang final.

"Uangnya bukan berarti sudah ada. Kita baru prediksi," katanya seraya menjanjikan adanya peningkatan pembangunan gedung SD dan SMP di setiap kecamatan serta pembangunan Gedung Wanita.

Rendah Bayar PBB

Wakil Wali Kota Metro Djohan menyebut, Metro Pusat merupakan kecamatan yang padat penduduknya serta paling banyak warganya yang wajib membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Namun, beber Djohan, pada tahun 2017, Metro Pusat hanya menduduki peringkat empat dari total lima kecamatan untuk realisasi PBB. Angkanya hanya 77,07 persen.

Djohan pun berharap warga Metro Pusat membayar pajak tepat waktu. Sebab, jelas dia, setiap pembangunan di kecamatan akan disesuaikan dengan pendapatan asli daerah yang masuk.

"Mari bersama-sama terus meningkatkan pembayaran PBB. Jangan sampai tahun ini sama dengan tahun sebelumnya," imbau Djohan.

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help