Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Danau Minyak dan Danau Asam Surga Tersembunyi yang Belum Tergali

TNBBS di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) ternyata menyimpan potensi wisata dan sumber daya alam yang sangat luar biasa.

Laporan reporter Tribun Lampung Dennish Prasetya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) ternyata menyimpan potensi wisata dan sumber daya alam yang sangat luar biasa. Sayangnya, potensi itu belum dapat dimaksimalkan lantaran minimnya akses infrastruktur yang ada di kabupaten ini.

Suara siamang yang bersahutan menemani di sepanjang perjalanan. Di beberapa tempat, terlihat pula jejak dan kotoran babi hutan. Akhirnya rombongan tiba di bukit Teletubbis. Di bukit ini, sepanjang mata memandang hanya ilalang yang terlihat.

Baca: Pencuri Kabel Tower Indosat Berhasil Dibekuk

Di ujung barat, gugusan pegunungan yang disebut Pegunungan Loreng mengolaborasikan warna gelap dan terang. Dahulu, lokasi itu menjadi tempat kerbau liar berkembang biak.

Dari atas bukit Teletubbis, terlihat jelas tiga danau yakni Danau Lebar, Danau Minyak, dan Danau Asam. Danau terdekat adalah danau Lebar dengan luas sekitar 65 Ha. Airnya jernih, tetapi dari kejauhan berwarna biru pekat. Di sekeliling danau, vegetasi tanaman rawa masih terjaga.

Baca: Setelah Menghilang Usai Sembuh dari Kanker Otak, Begini Kabar Terbaru Gugun Gondrong

Keindahannya jangan ditanya. Jika dapat dikembangkan, danau rasanya bisa disejajarkan dengan Danau Ranau atau bahkan Danau Toba. Sayangnya, lokasi yang jauh dan sulitnya akses membuat objek wisata ini termasuk pula Kawah Keramikan masih kurang familiar.

Padahal untuk memasuki objek-objek wisata ini tidak ada pungutan biaya sedikitpun alias gratis. Masyarakat yang hendak menuju ke sana hanya perlu merogoh kocek Rp 50 ribu untuk menyewa ojek.

Sedangkan Danau Minyak, disebut demikian lantaran kerap muncul kilatan minyak di permukaan air. Tak hanya itu, warga juga sering melihat perubahan warna di danau itu. Sementara Danau Asam disebut demikian karena memang mengandung asam yang cukup tinggi, proses terjadinya ketiga danau itu sama seperti kawah keramikan. Yaitu akibat letusan Gunung Ratu pada 1933 silam.

Surga tersembunyi ini memang belum tergarap maksimal. Selain lokasi yang cukup jauh, akses jalan juga masih sangat sulit. Padahal jika bisa digarap maksimal, objek wisata vulkanik di Suoh tidak kalah dengan objek wisata lain di nusantara

Penulis: dennish prasetya
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help