Buldoser Ratakan Desa-desa Warga Rohingya di Myanmar

Sebuah foto udara yang memotret wilayah di negara bagian Rakhine, Myanmar, menunjukkan permukiman warga Rohingya hancur.

Buldoser Ratakan Desa-desa Warga Rohingya di Myanmar
AFP
Foto udara yang diambil pada 9 Februari 2018 ini menunjukkan desa warga etnis Rohingya di Myanmar sudah diratakan dengan buldoser. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, YANGON - Sebuah foto udara yang memotret wilayah di negara bagian Rakhine, Myanmar, menunjukkan permukiman warga etnis Rohingya telah hancur.

Foto yang diunggah di media sosial oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Myanmar, Kristian Schmidt, ini menunjukkan petak tanah luas yang telah hancur oleh buldoser.

Wilayah bekas tempat tinggal warga etnis Rohingya itu tidak menyisakan struktur bangunan, bahkan pepohonan.

"Warga etnis Rohingya terkejut melihat desa mereka diratakan," kata Chris Lewa, ketua LSM Arakan Project.

Warga etnis Rohingya khawatir musim hujan akan semakin menghapus jejak masa lalu mereka di desa tersebut.

Sementara Menteri Kesehatan Sosial Myanmar Win Myat Aye menyatakan, perataan desa dengan buldoser merupakan bagian dari rencana membangun kembali desa-desa dengan standar lebih tinggi dari sebelumnya.

"Kami merencanakan pembangunan desa yang baru. Ketika mereka (warga etnis Rohingya) kembali, mereka bisa tinggal di tempat asalnya atau yang terdekat," ujar Win.

Pemerintah Myanmar, menurut Win, juga berencana memberikan bantuan dana bagi warga etnis Rohingya untuk membangun kembali rumah mereka.

Sebagai catatan, sekitar 700 ribu warga etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh untuk mencari perlindungan.

Myanmar dan Bangladesh pun telah menandatangani kesepakatan pengembalian pengungsi Rohingya ke rumah mereka yang seharusnya dilaksanakan pada Januari 2018.

Namun demikian, banyak warga etnis Rohingya yang menolak kembali tanpa jaminan hak kebutuhan dasar dan keamanan.

Hingga kini, akses ke Rakhine tetap dijaga ketat. Setidaknya dua jurnalis telah ditahan karena menyelidiki pembunuhan terhadap 10 warga etnis Rohingya yang dituduh sebagai teroris.

(Veronika Yasinta)

Editor: yoso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help