AJI Gelar Pelatihan Deteksi Hoaks dan Pengamanan Digital

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung mengadakan Pelatihan tentang Hoaks dan Pengamanan Dunia Digital.

AJI Gelar Pelatihan Deteksi Hoaks dan Pengamanan Digital
Net
Aliansi Jurnalis Independen.

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung akan mengadakan Pelatihan tentang Hoaks dan Pengamanan Dunia Digital. Kegiatan akan berlangsung di Auditorium Perpustakaan Universitas Lampung, Kamis (15/2/2018).

Pelatihan yang bekerja sama dengan Internews dan Google News Lab ini terbuka untuk masyarakat umum dan gratis. Jumlah peserta terbatas untuk 50 orang.

Ketua AJI Bandar Lampung Padli Ramdan menjelaskan, latar belakang pelatihan bertema "Hoax Busting and Digital Hygiene" ini karena semakin maraknya berita bohong atau hoaks yang tersebar lewat internet.

"Berita bohong yang terus menyebar ini bisa dianggap sebagai kabar yang benar jika tidak dilakukan pencegahan dan penyadaran kepada pembaca," ujar Padli melalui rilis, Rabu (14/2/2018).

Menurut Padli, tidak sedikit warga yang terjebak dalam informasi yang salah. Tingkat kepercayaan warga pada media arus utama sebagai jembatan informasi pun terus menurun.

"Di lain sisi, kondisi tersebut tidak diimbangi dengan keberadaan media alternatif yang akurat dan kredibel," katanya.

Hoaks, papar Padli, juga kerap muncul dalam bentuk berita, dengan format editorial, advertorial, atau lainnya. Padahal, kabar itu menampilkan informasi yang salah serta gambar yang menyesatkan untuk memutarbalikkan kebenaran.

"Terkadang, akun media sosial yang dibajak sengaja digunakan untuk menyebarkan berita palsu dan hoaks. Kemudian, diperparah dengan disebarkan ulang (re-share) oleh akun lain yang tidak memverifikasi dulu kebenaran berita atau informasi itu, hingga viral di dunia maya," jelas Padli.

Melalui workshop ini, pihaknya berharap masyarakat umum mampu mendeteksi berita palsu, hoaks, atau mis-informasi.

"Kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran publik atas pentingnya verifikasi dan koreksi fakta atas semua informasi yang diperoleh di internet," imbuh Padli.

Para peserta akan diajarkan cara memanfaatkan perangkat google untuk membangun pengamanan diri di dunia digital yang sehat dan aman. Sehingga, akun media sosial yang dipakai bisa terlindungi dari pembajakan yang merugikan.

Padli menambahkan, pelatihan ini akan difasilitasi oleh dua pemateri yang tersertfikasi Google News Lab.

"Narasumber akan memberi pelatihan mengenai pengamanan diri di dunia digital dan bagaimana meningkatkan pemahaman terhadap berita yang belum terverifikasi di dunia maya. Untuk mengikuti pelatihan ini bisa menghubungi panitia, Alfany (0896-8324 3446)," jelasnya.

Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help