BERITA DUKA

Almarhum Abdul Kadir Sempat Terjatuh Empat Bulan Lalu

guru besar Fakultas Hukum sekaligus pendiri Universitas Lampungitu sempat mengalami patah tulang karena terpeleset.

Almarhum Abdul Kadir Sempat Terjatuh Empat Bulan Lalu
Prosesi pemakaman Abdul Kadir Muhammad 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebelum Almarhum Abdul Kadir Muhammad (81) menghembuskan nafas terakhirnya di Ruang Nunyai No. 210 Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), guru besar Fakultas Hukum sekaligus pendiri Universitas Lampung itu sempat mengalami patah tulang karena terpeleset.

Baca: Arinal dan Yusuf kohar Ikut Melayat di Rumah Duka Abdul Kadir Muhammad

Syaiful Anwar (53), menantu Abdul Kadir Muhammad mengatakan sebelum dirawat di RSUDAM, Almarhum sempat jatuh dan mengalami patah kaki.

"Itu sekitar empat bukan lalu, langsung dibawa ke Rumah Sakit Advent, tidak dioperasi hanya penyembuhan saja dan langsung dibawa pulang ke rumah," ungkapnya, Rabu 14 Februari 2018.

Selang beberapa waktu di rumah, almarhum merasakan sakit di bagian lambung dan terkena diare, sehingganya harus dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Waras selama dua hari.

"Sampai akhirnya kaki beliau kembali bermasalah dan harus dibawa ke RSUDAM, setelah dinyatakan sembuh dibawa pulang, tapi setelah pulang tidak mau makan sama sekali," tuturnya.

Baca: Ditanya Kesehatan, Pejabat Pekon Parerejo: Alhamdulillah

Masih kata dia, terakhir hari Senin 5 Februari 2018, Almarhum dibawa kembali ke RSUDAM karena sudah tidak sadarkan diri.

"Jadi sudah dibantu infus serta selang agar asupan nutrisi masuk, tapi yang jelas kepergian Almarhum memang murni lantaran sakit akibat kesehatannya yang menurun," katanya.

Menurut Syaiful, Almarhum dikenal sebagai sosok yang teguh dan kuat dalam memajukan pendidikan di Lampung.

"Dedikasi beliau ini sangat besar dan peduli terhadap pendidikan di Universitas Lampung, sampai akhirnya pensiun pada usia 70 tahun," pungkasnya.

Pantauan Tribun Lampung, jenazah dikebumikan di TPU Kamboja di Jalan Cengkeh, Gedong Meneng, Rajabasa, sekitar pukul 13.30 wib. Almarhum pun dikebumikan di samping makam cucunya M Amirudin yang meninggal karena menjadi korban lakalantas tunggal di Semarang Jawa Tengah.

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help