Pilkada Tanggamus 2018

31,5% Warga Tanggamus Anggap Wajar Politik Uang

Rakata Institute juga memaparkan hasil survei tentang penilaian masyarakat terhadap politik uang.

31,5% Warga Tanggamus Anggap Wajar Politik Uang
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Pengundian nomor urut pasangan cabup-cawabup Tanggamus di Hotel 21 Gisting, Selasa, 13 Februari 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Selain popularitas dan elektabilitas pasangan cabup-cawabup Tanggamus, Rakata Institute juga memaparkan hasil survei tentang penilaian masyarakat terhadap politik uang.

Hasilnya, sebanyak 31,5% warga Tanggamus menganggap politik uang dalam pilkada merupakan hal yang wajar.

"Angka ini memang relatif kecil, karena di bawah angka 50%," kata peneliti Rakata Institute sekaligus Koordinator Wilayah Tanggamus Busro dalam konferensi pers di El's Coffee Lampung Walk, Bandar Lampung, Selasa (27/2/2018).

Adapun warga yang menganggap politik uang dalam pilkada tidak wajar sebesar 50,25%. Sedangkan 18,25% warga tidak memberikan jawaban.

"Akan tetapi, dari yang menganggap wajar itu, ternyata mereka mau menerima pemberian tapi belum tentu memilih. Jumlahnya 71%," ujar Busro.

Rakata merilis hasil survei menjelang Pilkada Tanggamus 2018 dengan tema "Duel Ketat di Tanggamus". Metodenya adalah survei stratified random sampling.

Dalam survei, Rakata menggunakan 400 responden dengan toleransi kesalahan plus minus 5% dan tingkat kepercayaan 95%. Sampel terdistribusi secara proporsional di setiap kecamatan di Tanggamus.

"Periode surveinya, 16-22 Februari 2018," kata Busro.

Dari hasil survei, Busro menyatakan perolehan angka pasangan calon nomor urut 1 dan 2 hanya berbeda tipis.

Dewi Handjani-AM Syafi'i meraih 31,50%, sedangkan Samsul Hadi-Nuzul Irsan mendulang 38,25%.

Massa mengambang cukup tinggi, yaitu 30,25%.

"Dengan perolehan itu, belum bisa ditentukan siapa pemenangnya. Masih ada rentang margin of error," ujar Busro.

"Jadi, masih ada peluang, bisa naik 5% atau turun 5%. Swing voters-nya juga masih cukup tinggi," sambungnya.

Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help