TribunLampung/

Pjs. Gubernur Didik Berharap Diklat Prajabatan Membekali Calon ASN Kemampuan Pelayanan Profesional

kurikulum yang diberikan kepada CASN guna menghindari dan mencegah perbuatan korupsi kedepannya

Pjs. Gubernur Didik Berharap Diklat Prajabatan Membekali Calon ASN Kemampuan Pelayanan Profesional
Istimewa
Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan I, II, III CASN eks honorer angkatan I, II dan III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, di Aula BPSDM Provinsi Lampung, Rabu (28/2/2018). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG --

Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno berharap Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan I, II, III Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, mampu membekali CASN itu kemampuan pelayanan profesional.

Peserta Diklat yang juga eks honorer tersebut diharapkan Didik Suprayitno dapat memiliki cakrawala pandang yang baru dan dapat melihat permasalahan, memiliki kemampuan berpikir dan keahlian serta keterampilan dalam pengelolaan pelayanan profesional.

Pesan Pjs. Gubernur tersebut disampaikan Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan I, II, III CASN eks honorer angkatan I, II dan III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, di Aula BPSDM Provinsi Lampung, Rabu (28/2/2018).

Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis menjelaskan diklat yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membekali para CASN di Provinsi Lampung agar dalam pelaksanaan tugasnya, mampu mengetahui tugas pokok dan kewajibannya.

"Dalam diklat ini diberikan materi oleh berbagai narasumber yang tidak hanya mengenai materi diklat semata, tetapi juga pengembangan bagi sumber daya manusia dan CASN di Provinsi Lampung," jelas Hamartoni.

Diklat ini diikuti oleh peserta yang berasal dari daerah-daerah di Provinsi Lampung, dengan profesi jabatan di antaranya bidan desa, penyuluh, dan guru. "Ini merupakan kelompok yang sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Untuk itu, para peserta diharapkan mampu menyerap materi yang diberikan dan mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh," jelasnya. Salah satu kurikulum yang diberikan, jelas Hamartoni, yaitu pencegahan korupsi. "Ini adalah kurikulum yang diberikan kepada CASN guna menghindari dan mencegah perbuatan korupsi kedepannya," katanya.

Setelah melaksanakan diklat, lanjut Plt. Sekdaprov, mereka yang lulus akan ditempatkan di daerahnya masing-masing. "Pada saat kalian melakukan tugas di daerah, kalian bukan lagi bidan desa, tetapi bidan Provinsi Lampung.

Kalian harus memiliki cakrawala pandang yang baru dan dapat melihat permasalahan, memiliki kemampuan berpikir dan keahlian serta keterampilan dalam pengelolaan pelayanan profesional, begitupun juga dengan guru dan buruh," ujar Hamartoni.

Halaman
12
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help