Ukur Kesejahteraan Warga Lampung Barat, 40 Petugas BPS Turun Survei

Badan Pusat Statistik Lampung Barat menggelar Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018.

Ukur Kesejahteraan Warga Lampung Barat, 40 Petugas BPS Turun Survei
Istimewa
Petugas BPS Lampung Barat melakukan wawancara ke rumah tangga sampel dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional 2018, Kamis (1/3/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ANUNG BAYUARDI

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Badan Pusat Statistik Lampung Barat menggelar Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018.

Sekitar 40 petugas sudah mulai turun ke lapangan pada Kamis (1/3/2018). Mereka melakukan wawancara ke rumah tangga yang menjadi sampel atau responden. Responden tersebar secara acak di 15 kecamatan di Lambar.

Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Lambar Yasir W menjelaskan, Susenas bertujuan menghitung tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah.

"Ini sering kita kenal dengan persentase penduduk miskin," ujarnya melalui rilis.

Selain itu, kata Yasir, Susenas juga bertujuan melihat keberhasilan program-program pemerintah yang telah berjalan.

"Seperti pemberian jaminan kesehatan dan pendidikan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesi Pintar (KIP), pemberian Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan Beras Sejahtera (Rastra) yang tahun ini nama programnya menjadi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta program-program pemerintah daerah," papar Yasir.

Beberapa informasi yang akan dikumpulkan dari data Susenas Maret 2018, jelas Yasir, yaitu beberapa indikator strategis untuk perencanaan dan evaluasi program pembangunan nasional.

"Data susenas juga berkontribusi cukup besar dalam menghasilkan beberapa indikator lainnya. Seperti indikator MDGs, SDGs, RPJMN, dan Nawacita," kata Yasir.

Adapun responden yang diwawancarai petugas Susenas, yakni rumah tangga, di mana dalam satu blok sensus (BS) dipilih 10 rumah tangga.

"Di Lambar terdapat 52 BS. Artinya, ada 520 rumah tangga yang akan dikunjungi langsung ke rumah mereka," ujar Yasir.

Setelah Susesnas ini, sambung Yasir, akan dilanjutkan dengan survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Rumah tangga yang sama akan dikunjungi ulang oleh tim kesehatan untuk dilakukan pengukuran tinggi badan, lingkar perut, lingkar lengan atas untuk perempuan subur, serta pengukuran kesehatan lainnya.

"Riskesdas bertujuan menghitung derajat kesehatan masyarakat yang menghasilkan Indikator Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM)," pungkas Yasir.

Penulis: anung bayuardi
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help