Persembunyian Napi Rutan yang Kabur Terendus Petugas Berkat Benda Ini

Sekitar 32 jam pasca kabur dari Rutan kelas II B Kotabumi, Kotabumi, Sabtu(3/3), Muhammad Rifai (21), narapidana tersebut ditangkap petugas

Persembunyian Napi Rutan yang Kabur Terendus Petugas Berkat Benda Ini
Tribunlampung/Anung
Kepala pengamanan Rutan Gusvendra 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Sekitar 32 jam pasca kabur dari Rutan kelas II B Kotabumi, Kotabumi, Sabtu(3/3), Muhammad Rifai (21), narapidana tersebut ditangkap petugas Rutan di Desa Tarahan, Katibung, Lampung Selatan, Minggu (4/3/2018) sekitar pukul 20.30 WIB.

Gusvendra, kepala pengamanan Rutin membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan napi tersangkut kasus pengecoran BBM ini diamankan di daerah Tarahan, Lampung Selatan. "Kami menangkap M. Rifai di daerah Tarahan pada Minggu malam," katanya, Senin (5/3/2018)

Baca: Sebelum Longsor Ponikem Sempat Dengar Suara Seperti Ular Berderik

Sebelum kabur ke daerah Tarahan, menurut Gusvendra, M. Rifai ini lebih dahulu mengunjungi rekannya di daerah Negara Ratu, Sungkai Utara. Di sana, yang bersangkutan berganti pakaian dan mendapat alat komunikasi atau ponsel.

Baca: Satu Rumah di Perum Gedong Meneng Indah Nyaris Hancur Akibat Tanah Longsor

"M. Rifai sempat ganti baju di rumah temannya yang berada di daerah Negara Ratu. Dari lokasi itulah kami tahu kalau yang bersangkutan telah memiliki ponsel," jelas dia.

Ponsel inilah yang menjadi petunjuk untuk mencari keberadaannya. Setelah dilakukan penyadapan, ternyata Ia diketahui berada di daerah Tarahan. Para petugas Rutan langsung bergegas menuju lokasi untuk menangkap yang bersangkutan. "tidak mau Rifai pergi jauh petugas langsung kelokasi di daerah Tarahan," jelasnya seraya mengatakan pihaknya menangkap Rifai berikut motor honda buat yang digunakan olehnya pada saat kabur dari Rutan.

Dirinya menceritakan, M. Rifai dengan mudah kabur dari Rutan karena yang bersangkutan berstatus tahanan pendamping yang bertugas membersihkan halaman luar Rutan. Saat melihat ada kesempatan, M. Rifai langsung kabur dengan menunggangi sepeda motor milik petugas.

"tengah hari, tahanan pendamping harus masuk. Tapi, begitu diperiksa ternyata dari tiga tahanan pendamping, hanya ada dua yang masuk ke dalam," paparnya.

Padahal, menurut Gusvendra, masa hukuman yang bersangkutan hanya tinggal menghitung hari saja atau tak kurang dari delapan belas hari. Hal inilah yang membuat pihaknya tak pernah mengira yang bersangkutan nekad untuk kabur. M. Rifai sendiri divonis delapan bulan subsider tiga bulan penjara atas kasus pengecoran bahan bakar minyak.

‎Adapun alasan yang melatarbelakangi yang bersangkutan untuk nekad kabur dari Rutan, masih menurut Gusvendra, dikarenakan M. Rifai memiliki masalah keluarga. M. Rifai juga diketahui telah lama tidak dijenguk keluarga. Terakhir kali dijenguk yakni pada bulan Desember tahun lalu.

"Alasan dia kabur karena sedang ada masalah keluarga. Padahal masa hukumannya hanya tinggal menjalani subsidernya saja," katanya. (ang)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved