Dua Tahun Kabur, Buronan Kejari Bengkulu Ini Terciduk di Rumah Ortunya di Lampung Utara

Petugas Kejaksaan Negeri Lampura mengamankan Mika Heri Laksana (30), terpidana kasus dugaan korupsi di Bengkulu.

Dua Tahun Kabur, Buronan Kejari Bengkulu Ini Terciduk di Rumah Ortunya di Lampung Utara
ISTIMEWA
Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara Sunarwan menyerahkan terpidana kasus korupsi yang masuk DPO kepada Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Oktalia, Selasa (6/3/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ANUNG BAYUARDI

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Petugas Kejaksaan Negeri Lampung Utara mengamankan Mika Heri Laksana (30), terpidana kasus dugaan korupsi di Bengkulu. Mika sudah dua tahun buron.

Kasi Pidana Khusus Kejari Lampura Ricky Ramadhan mengungkapkan, penangkapan berlangsung di kediaman orangtua Mika di Desa Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampura, Senin (5/3/2018). Pengamanan terpidana melibatkan tim Buser Polres Lampura.

"Penangkapan ini setelah kami memperoleh informasi dari Kejari Bengkulu yang mengeluarkan status DPO (daftar pencarian orang) terhadap Mika Heri," ujarnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (6/3/2018).

Kejari Lampura kemudian menyerahkan terpidana Mika ke Kejari Bengkulu.

"Hari ini (Selasa), terpidana kami serahkan kepada pihak Kejari Bengkulu," kata Ricky.

Mika masuk DPO karena kabur setelah keluarnya putusan Mahkamah Agung. Dalam putusan bernomor 2246K/PID.SUS/2013, tertanggal 28 April 2014, itu Mika terbukti bersalah melakukan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum Bengkulu pada tahun 2009.

Putusan MA sekaligus memerintahkan eksekusi hukuman terhadap Mika oleh jaksa Kejari Bengkulu. Namun, Mika malah melarikan diri.

"Kejari Bengkulu menyebarkan (pengumuman) DPO. Terpidana kemudian diketahui keberadaannya di Lampura," beber Ricky.

"Setelah dipetakan oleh tim intelijen Kejari Lampura serta berkoordinasi dengan Kejari Bengkulu, ternyata benar itulah orangnya. Lalu, langsung dilakukan penangkapan," sambungnya.

Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Oktalia menjelaskan, eksekusi hukuman terhadap Mika Heri Laksana merupakan perintah dari putusan MA. Namun, sejak keluarnya putusan MA, terpidana kabur hingga pihaknya menyatakan Heri masuk DPO.

"Tersangka sudah buron sekitar dua tahun," ujar Oktalia.

Oktalia mengungkapkan, Mika terlibat kasus korupsi bersama dua rekannya yang kini tengah menjalani hukuman penjara.

Mereka melakukan korupsi dalam proyek pengerjaan jalan hotmix di Bengkulu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2009. Nilai dananya mencapai Rp 1 miliar lebih.

"Dalam kasus ini, terpidana merupakan pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut. Dua temannya sedang menjalani hukuman," kata Oktalia.

Penulis: anung bayuardi
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help