Ketika Polri dan KPK Mesra

Badan Reserse Kriminal Polri memperoleh hibah barang rampasan hasil tindak pidana korupsi dari KPK.

Ketika Polri dan KPK Mesra
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pimpinan KPK saling mengangkat tangan bersama Menkumham, Plt Kapolri, Menkopolhukam, dan Jaksa Agung usai konferensi pers bersama di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/3/2015). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Inilah momen ketika Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mesra.

Dari KPK, Badan Reserse Kriminal Polri memperoleh hibah barang rampasan hasil tindak pidana korupsi.

Barang rampasan hibah dari KPK itu berupa dua bidang tanah dan bangunan milik M Nazaruddin. Bertempat di Jalan Wijaya Graha Puri Blok C Nomor 15, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nilainya Rp 12,4 miliar.

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto menjelaskan, hibah dari KPK ini merupakan bentuk kerja sama di antara kedua lembaga yang telah terjalin.

"Jadi, seperti itulah. Begitu mesranya kami dengan KPK. Dalam semua kegiatan, baik personal atau tidak," ujar Ari Dono, Kamis (8/3/2018).

Menurut Ari Dono, yang Polri rasakan dari KPK bukan hanya pekerjaan pemberantasan korupsi. Namun juga hasil kerja KPK yang kali ini berupa barang rampasan.

"Kami akan menerima pemberian hasil dari penegakan hukum dari KPK untuk Polri. Bukan hanya kerja, hasil kerjanya pun kami dikasih," tutur Ari Dono.

Selain untuk Bareskrim Polri, KPK juga menghibahkan mobil Kijang Innova XW 43 tahun 2010 dari perkara mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin, kepada Polres Tana Toraja.

Wakil Ketua KPK Laoda Muhammad Syarif menjelaskan, dua barang rampasan negara dari kasus korupsi yang ditangani tersebut berupa tanah dan bangunan. Keduanya atas nama Neneng Sriwahyuni, istri M Nazaruddin.

Aset kedua yang diserahkan adalah mobil dari perkara mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin.

Halaman
12
Editor: yoso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved