Hujan Lebat, Jalan Tiga Desa di Jati Agung Lumpuh

Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Lampung sempat melumpuhkan jalan yang menghubungkan 3 desa di Kecamatan Jati Agung

Hujan Lebat, Jalan Tiga Desa di Jati Agung Lumpuh

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Lampung sempat melumpuhkan jalan yang menghubungkan 3 desa di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan.

Tiga desa ini meliputi Banjar Agung, Gedung Harapan, dan Margo Agung. Posisi  jalan penghubung antar desa berada  dari jalur dua kota baru menuju kantor Kecamatan Jatiagung yang  hanya tanah, sehingga saat hujan mengguyur kendaraan tidak bisa melintas.

Baca: Dua Rumah Rawan Tersapu Banjir Sungai Way Semong

Lurah Desa Banjar Agung, Apriyono mengaku keadaan jalan yang hanya tanah sudah sejak tahun 1997, dan keadaan akan parah jika turun hujan. Bahkan Jalan Dusun 1 Gedung Harapan belum pernah tersentuh pengaspalan oleh pemkab setempat.

"Sudah lama jalan ini sejak tahun 1997, tapi keadaannya seperti ini, kalau ujan itu licin, padahal ada tiga desa dengan penduduknya sekitar 3 ribu orang, dan jalan ini ujungnya ke kantor kecamatan Jatiagung," tuturnya Minggu 11 Maret 2018.

Baca: Syahrini Blak-blakan Soal Pria yang Disebut Pacarnya, Pengakuannya Tak Disangka

Masih kata dia, keadaan ini pun menyulitkan masyrakatnya untuk beraktifitas untuk berinteraksi ke luar.

"Ya kalau korban jatuh gak ada, soalnya bener-bener gak bisa dilalui hanya berjalan kaki, kalau dihiting panjang jalan ini sampai ke kecamatan mencapai 6 KM," tuturnya.

Untuk itu, Yono berharap ada bantuan dari pemerintah agar bisa meningkatkan kwalitas tanah jalan yang menghubungkan antar desa dan kantor kecamatan.

"Sebenarnya warga ini minta bapak Bupati bisa meningkatkan akses jalan ini menjadi lebih bagus, dengan pengaspalan hot mix atau perkerasan jalan sudah cukup, yang penting bisa dilalui," ujarnya.

Sementara itu, Sueb warga Desa Banjar Agung, Sueb (35) berharap adanya bantuan pengaspalan dari permerintah, mengingat diantara tiga desa yang melalui jalan tersebut ada pondok pesantren.

"Ada pondok pesantren putra dan putri Hidayatu Tullah Aalu Saliim, ya kasihan saja, sama santrinya juga hendak menuntut ilmu tapi terkendala jalan, kami sih berharap supaya ditingkatkan jalan ini. Warga ingin jalan kami maju," ujarnya.

Dilain pihak, Pengajar di pondok pesantren Hidayatu Tullah Aalu Saliim, Suleman Ahmad berharap dengan adanya akses jalan ke pondok pesantren, tidak ada sekat antar masyarakat dan santri, sehingganya bisa bahu membahu dalam meningkatkan ilmu agama.

"Jalan yang penting bisa standar dilewati warga dan santri. Jumlah santri sendiri sekitar ada sekitar 400 orang baik putra dan putri," tutupnya

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help