BREAKING NEWS LAMPUNG

Ini Penyebab Kakek Meninggal Saat Ikut Polisi Gerebek Pencuri

Rupanya ayahnya pergi meminta bantuan ke tetangganya, Herman, untuk diantar ke rumah ketua RT.

Ini Penyebab Kakek Meninggal Saat Ikut Polisi Gerebek Pencuri
tribun lampung/hanif mustafa
Sunarsih, anak pertama Hasanudin, menunjukkan KTP almarhum. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Hasanudin, warga Gang Roso RT 12 Way Kandis, Tanjung Senang, Bandar Lampung, diduga meninggal dunia karena kelelahan.

Kakek 73 tahun ini mengembuskan napas terakhir, Senin, 13 Maret 2018 malam. Ketika itu, ia diajak polisi untuk ikut menggerebek pencuri di dekat rumahnya.

Anak pertama almarhum, Sunarsih (69), mengatakan, saat menjadi saksi penggerebekan anggota komplotan spesialis pembobol rumah di Gang Roso RT 12 Way Kandis, Hasanudin diminta untuk mengambil palu dan memanggil ketua RT.

“Kan bapak saya diminta jadi saksi penggerebekan di rumahnya Ipul. Nah, kebetulan pintunya itu dikunci dan diketuk tidak ada respons dari dalam. Makanya akan buka paksa dengan alat,” ujar Sunarsih, Selasa, 13 Maret 2018.

Baca: Diajak Polisi Gerebek Pencuri, Kakek Ini Malah Meninggal Dunia

Baca: Belum Dua Tiga Bulan, Pelat Penyangga Aspal di Flyover Pramuka Sudah Retak

Hasanudin lalu diminta untuk mengambil linggis atau palu di rumahnya. “Kemudian nyarilah bapak itu linggis dan palu. Rupanya hanya ada palu. Diambillah dan dibawa ke Pak Polisi itu,” sebutnya.

Setelah itu, Hasanudin diminta untuk memanggil ketua RT. “Bapak ini disuruh ke Pak RT. Padahal, Pak RT rumahnya itu jauh, di ujung gang ini. Mungkin namanya bapak nggak pernah ikut kayak gituan, orangnya juga takut. Mungkin shock dan kecapekan, langsung jatuh pingsan di jalan,” ungkapnya.

Sunarsih mengaku baru tahu ayahnya pingsan saat diberi tahu tetangganya. Rupanya ayahnya pergi meminta bantuan ke tetangganya, Herman, untuk diantar ke rumah ketua RT.

“Ya bapak jatuhnya di rumah Pak Herman. Minta diantar ke Pak RT. Ya lumayan, rumahnya 100 meter dari sini,” imbuh dia.

Saat ayahnya pingsan, Sunarsih bingung. Saat itu ia mendapat tawaran bantuan dari salah satu anggota polisi.

“Sempet ditawarin diantar ke rumah sakit. Tapi, saya tolak dulu karena bingung, dan saya telepon kakak saya dulu. Tahu-tahu polisi yang bawa dua mobil pergi dari lokasi. Baru saya antar bapak saya ke RS Imanuel. Sampai sana sudah nggak tertolong,” tutupnya. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved