Istutiningsih: Penetapan Ongkos Haji 2018 Tunggu Perpres‬

Istutiningsih menyatakan untuk biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) masih menunggu penetapan pusat melalui peraturan presiden (Perpres).‬

Istutiningsih: Penetapan Ongkos Haji 2018 Tunggu Perpres‬
tribunlampung/bayu
Humas Kanwil Kemenag Lampung Istutiningsih 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kasubbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Istutiningsih menyatakan untuk biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) masih menunggu penetapan pusat melalui peraturan presiden (Perpres).‬

‪"Ya untuk biaya BPIH 2018 kita menunggu perpres terlebih dahulu. Karena saat ini masih dalam proses penggodokan bersama DPR pusat dan selanjutnya menunggu Perpresnya," tuturnya, Senin (12/3/2018).‬

Baca: VIDEO - Luapan Banjir Masih Rendam Pemukiman Warga Dusun Umbul Besar

‪Menurutnya, penentuan BPIH adalah kewenangan pusat yang saat ini dalam tahap pembahasan DPR pusat. Kemudian, setelah ada persetujuan baru ditindaklanjuti dengan Perpres.‬

Baca: Pemerintah Tetapkan BPIH 2018 Naik 0,9 Persen dari 2017

‪"Tentunya dasar penentuan biaya haji tersebut tidaklah sederhana karena melibatkan beberapa komponen misal seperti adanya kebijakan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) dari pemerintah Arab Saudi, pajak baladiyah (pajak pemerintah daerah), dsb. Makanya saat ini masih dalam pembahasan," ungkapnya.‬

‪Lanjut Istutiningsih mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu terlebih dahulu keputusan penetapan biaya ongkos haji tahun 2018 yang ditetapkan melalui Perpres.‬

‪Sebab, walaupun penetapan BPIH sudah disetujui oleh pihak DPR, akan tapi untuk penerapannya harus menunggu ketentuan Perpres-nya.‬

‪"Jadi kita tunggu Perpresnya keluar baru bisa diterapkan dan baru bisa pelunasan bagi jamaah yang akan berangkat di tahun ini. Maka kita harapkan secepatnya dapat ditentukan berapa biayanya. Ya kalau untuk ongkos haji tahun lalu mencapai kurang lebih Rp 34 juta," tukasnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help