BREAKING NEWS LAMPUNG

Polisi Bawa TV, Prosedur Penggerebekan Dipertanyakan

Andre Wijaya (25), menantu Ipul, membenarkan bahwa TV milik mertuanya, Ipul, dibawa polisi.

Polisi Bawa TV, Prosedur Penggerebekan Dipertanyakan
tribun lampung/hanif mustafa
Tony menyayangkan kematian mertuanya. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kematian Hasanudin (73) dengan cara yang kurang wajar disesalkan pihak keluarga. Selain itu, prosedur penggerebekan terduga pencuri juga dipertanyakan.

Hasanudin, warga Gang Roso RT 12 Way Kandis, Tanjung Senang, Bandar Lampung, meninggal dunia saat diajak polisi menggerebek rumah pencuri. Ia diduga mengembuskan napas terakhir karena kelelahan.

Pihak keluarga pun menyayangkan kejadian itu. Menurut Tony (49), menantu Hasanudin, pihaknya tidak suka dengan cara polisi yang meminta korban menjadi saksi tanpa konfirmasi ke pamong setempat.

“Saya nggak suka caranya. Kan itu nakut-nakuti. Ayah saya kaget dan shock. Harusnya itu ke pamong dulu, konfirmasi. Bukan orang tua disuruh-suruh dan dibawa-bawa,” kata Tony, Selasa, 13 Maret 2018.

Baca: Sebelum Meninggal, Hasanudin Minta Diantar ke Rumah Ketua RT

Baca: Diajak Polisi Gerebek Pencuri, Kakek Ini Malah Meninggal Dunia

Tony mengaku sangat kaget saat mengetahui mertuanya meninggal karena diajak menggerebek rumah Ipul, tetangganya yang diduga mencuri.

“Padahal, ayah saya itu masih sehat, masih berkebun, kok malamnya pingsan dan langsung (meninggal). Ya namanya musibah, kita gak tahu,” tuturnya.

Tony juga mengaku mendapatkan informasi bahwa saat penggerebekan, di rumah itu ada Andre, menantu Ipul. Selain itu, ada beberapa barang yang diambil oleh polisi.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help