Terkait Penemuan Kebun Ganja, PT Tanggamus Indah Diminta Tanggung Jawab

Ia mengaku, selama ini PT Tanggamus Indah sudah mengelola lahan seluas 917,6 hektare sejak tahun 1991.

Terkait Penemuan Kebun Ganja, PT Tanggamus Indah Diminta Tanggung Jawab
tribun lampung/tri
Sekkab Tanggamus Andi Wijaya (kanan) seusai rapat membahas penemuan kebun ganja beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Pemkab Tanggamus mengajukan keberatan kepada PT Tanggamus Indah atas penemuan kebun ganja di lokasi hak guna usaha (HGU) perusahaan tersebut. 

Hal itu ditegaskan Sekkab Tanggamus Andi Wijaya setelah rapat bersama Polres Tanggamus, Kodim 0424, Kantor ATR/BPN, Kesbangpol, KPHL Kota Agung Utara, Dinas Perkebunan dan Peternakan, PT Tanggamus Indah, Camat Kota Agung Timur, dan aparat Pekon Kampung Baru, Selasa, 13 Maret 2018. 

"Setelah kami rapat adanya kebun ganja itu ternyata di lahan yang jadi HGU PT Tanggamus Indah. Untuk itu, kami mengajukan keberatan atas kondisi tersebut," ujar Andi.

Baca: Banyak Warga Tidak Tahu Wujud Tanaman Ganja

Baca: Polda Bantah Anggotanya Terlibat, Penggerebekan di Way Kandis Masih Misteri

Ia mengaku, selama ini PT Tanggamus Indah sudah mengelola lahan seluas 917,6 hektare sejak tahun 1991. Izin itu dikeluarkan oleh Kementerian ATR/BPN. Usaha yang dijalankan bidang perkebunan karet, kakao, kopi, dan cengkeh.

"Untuk izin perusahaan tidak dicabut, karena kami hanya ajukan keberatan. Itu bisa jadi bahan untuk pemberian perpanjangan izin perusahaan tersebut ke depan," terang Andi. 

Satnarkoba Polres Tanggamus belum menemukan pemilik kebun ganja di lereng Gunung Tanggamus seluas 40x40 meter persegi tersebut.

"Kami sudah periksa pengelola lahan, pencari burung, dan pengelola di sebelah kebun. Mereka tidak tahu dan tidak ditemukan benda-benda mengarah ke upaya penanaman ganja," ujar Kasat Narkoba Inspektur Satu Anton Saputra. 

Ia menduga, pelaku tidak melewati jalur dari Dusun Way Kandis saat ke kebun ganja. Kemudian pengakuan dari warga Way Kandis juga tidak ada orang asing yang singgah atau lintasi pemukiman mereka untuk ke kebun ganja. 

"Dugaan kami pelaku lewat jalur lainnya, apakah itu dari Pekon Batu Keramat, atau bahkan dari Gisting. Sebab jalur kemarin hanya polisi yang membukanya. Kami masih akan cari jalur lainnya tersebut," ujar Anton.  (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help