Karena Kabut, Pesawat yang Ditumpangi Ustaz Arifin Ilham Batal Mendarat

Dia menjelaskan, akibat kabut, pesawat tak bisa mendarat. Pesawat terlihat berputar-putar di udara sebanyak tiga kali di sekitar bandara.

Karena Kabut, Pesawat yang Ditumpangi Ustaz Arifin Ilham Batal Mendarat
instagram
KH Muhammad Arifin Ilham 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ferika Okwa Romanto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pesawat Garuda yang diduga ditumpangi Ustaz Arifin Ilham, Sabtu, 17 Maret 2018 pagi, dikabarkan batal mendarat. Hal itu dibenarkan pengelola Bandara Radin Inten II.

Ketika dikonfirmasi, Bagian Humas Bandara Radin Inten II Ari membenarkan kejadian tersebut. Ia memperkirakan insiden itu terjadi pukul 07.30-08.00 WIB.

Dia menjelaskan, akibat kabut, pesawat tak bisa mendarat. Pesawat terlihat berputar-putar di udara sebanyak tiga kali di sekitar bandara.

"Mungkin karena landasan (runway) bandara tidak terlihat akibat kabut, akhirnya pesawat kembali ke Jakarta. Infonya, pesawat itu kembali terbang dari Jakarta pada pukul 09.00 WIB hingga akhirnya mendarat ke Lampung," kata Ari.

"Soal apakah pesawat itu ditumpangi Ustaz Arifin Ilham atau tidak, kami tidak bisa memastikannya. Tapi, umumnya bila jarak pandang 100 meter atau lebih, pilot tidak mampu memastikan landasan. Mereka biasanya langsung memutuskan sikap yang akan di ambil. Itu aturan dari masing-masing airlines, dibanding harus mengambil risiko bahaya," sambungnya.

Baca: (VIDEO) KH Arifin Ilham: Istiqomah di Jalan Allah adalah Keharusan Bagi Manusia

Kedatangan KH M Arifin Ilham ke Lampung adalah untuk memenuhi undangan Polda Lampung. Pada akhirnya, Arifin Ilham menghadiri acara tabligh akbar dan tausyiah yang digelar di lapangan Mapolda Lampung.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto menyatakan, kondisi kabut tipis (fog) yang terjadi di wilayah bandara dan sekitarnya pada pagi hari cukup mengganggu lalu lintas penerbangan.

Gangguan ini membuat jarak pandang pilot ke landasan terganggu. Namun, kondisi itu hanya berlangsung singkat. Pada pukul 09.00 WIB, cuaca sudah membaik karena cahaya matahari sudah mulai sempurna menembusnya.

Baca: Wanita Cantik Ini Jadi Kopilot Helikopter Polisi Satu-satunya di Indonesia

"Kondisi semacam ini biasa terjadi. Apalagi ketika terjadi intensitas hujan ringan saat malam hingga dini hari. Akibatnya, cuaca dingin di daratan. Pun demikian di udara. Pada sistem penerbangan, tentu cukup mengganggu. Karena adanya batas jarak pandang untuk landing akibat fog," ujar Rudi.

Guna meminimalisasi risiko, kata dia, biasanya langkah yang diambil pilot adalah kembali ke bandara asal. Kondisi cuaca semacam ini diprediksi terjadi hingga sepekan ke depan. (*)

Penulis: Ferika Okwa Romanto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved