Menelan Biaya Hingga Rp 3,3 Miliar, Ini Wujud Toilet Canggih Buatan Kementerian PU 

Menelan Biaya Hingga Rp 3,3 Miliar, Ini Wujud Toilet Canggih Buatan Kementerian PU 

Editor: Reny Fitriani
Yahoo News
Ilustrasi - peneliti tengah mengembangkan toilet yang bisa mengubah kotoran menjadi air bersih 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR baru saja menyelesaikan toilet canggih di kawasan Wisata Tele, Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. 

Kabarnya, toilet ini dilengkapi dengan teknologi Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diciptakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). 

Lalu, seperti apa kecanggihan teknologi yang dimiliki toilet yang kabarnya menelan biaya pembuatan hingga Rp 3,3 miliar itu? 

Baca: Ini Kebiasaan Aneh Ayu Ting Ting Saat Live di Acara Televisi, Netizen Sampai Cemas

Baca: Keren! Film Pengabdi Setan Sabet 4 Penghargaan di IBOMA 2018

Baca: Firrina Sinatrya Mau Dinikahi Petra Sihombing karena Merasa Sudah Satu Fkrekuensi

Peneliti Muda Puslitbang Kementerian PUPR Dimas Hastama Nugraha menjelaskan, teknologi IPA yang dibenamkan mencakup menara aerasi dan Reverse Osmosis (RO). 

(Baca juga: Inilah Neorest NX, Toilet Pintar yang Harganya Sama Dengan 18 Motor Beat, Mau Beli?) 

Menara aerasi memiliki tinggi 13 meter dengan lima tingkatan. 

“Menara itu bertugas mengelola air baku menjadi air bersih dengan Multiple Tray Aerator. Airnya berasal dari embung yang (berada di atas), dialirkan ke bawah menggunakan pipa naik ke atas. Dengan adanya selisih tekanan tinggi 25 meter, sehingga tidak membutuhkan pompa untuk naik ke atas,” terang Dimas kepada Kompas.com, di lokasi, Jumat (23/3/2018). 

Air yang diolah dinetralisasi kadar besi (Fe) dan mangan-nya (Mn). 

Pasalnya, kadar kedua mineral tersebut cukup tinggi yaitu 0,9 ppm untuk besi dan 1,2 ppm untuk mangan. Dari hasil uji laboratorium, tingkat besi dan mangan yang diproses turun menjadi 0,3 ppm untuk besi dan 0,5 ppm untuk mangan. 

Air yang sudah dinetralisir kemudian dialirkan ke dalam filtrasi, untuk dipisahkan ke dalam dua bagian yaitu toilet dan sistem RO.

Sistem RO ini memiliki kapasitas 400 liter per hari dan dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat. 

“RO ini adalah air siap minum, dia mengelola air siap untuk diminum,” kata dia. 

Halaman
12
Sumber: Intisari Online
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved