Seberapa Amankah Terapi Cuci Otak Ala dr Terawan? Bagaimana Risikonya?
Polemik timbul seiring sanksi pemecatan yang dijatuhkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pada Kepala RS Pusat Angkatan Darat
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Polemik timbul seiring sanksi pemecatan yang dijatuhkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pada Kepala RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Brigjen TNI dr Terawan Agus Putranto.
Masyarakat terbelah sikap, banyak yang mendukung dokter Terawan namun tidak sedikit pula yang memuji langkah tegas IDI.
Seperti diketahui, dokter Terawan mendapatkan sanksi keras berupa pencabutan izin praktik selama 12 bulan akibat terapi pencucian otak yang ia terapkan.
Baca: Sempat Bahagia karena Istri Hamil, Kini Vicky Prasetyo Merasa Bakal Menderita
Keputusan IDI diambil setelah sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI menilai bahwa Dokter Terawan telah melakukan pelanggaran etika kedokteran.
Ketua MKEK IDI, Prio Sidipratomo, dalam surat PB IDI yang ditujukan kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Seluruh Indonesia (PDSRI) menyatakan bahwa dokter Terawan telah melakukan pelanggaran etik serius.
Baca: Bentuk Tubuh Veronica Tan Jadi Sorotan Netizen Saat Liburan di London
"Bobot pelanggaran Dokter Terawan adalah berat, serious ethical missconduct. Pelanggaran etik serius," sebutnya.
Apa itu Terapi Cuci Otak?
Terapi cuci otak bermula dari sebuah metode diagnosa penyakit yang disebut Digital Substraction Angiography (DSA).
Digital Substraction Angiography (DSA) merupakan metode diagnosa penyakit yang memaparkan gambaran lumen (permukaan bagian dalam) pembuluh darah, termasuk arteri, vena dan serambi jantung.
Gambar ini diperoleh menggunakan mesin Sinar-X berbekal bantuan komputer yang rumit.
Metode Digital Substraction Angiography (DSA) yang awalnya bertujuan untuk mencegah paparan radiasi oleh dr. Terawan dimodifikasi menjadi metode diagnosa pembuluh darah.
Tidak sedikit orang yang mengikuti terapi cuci otak yang diperkenalkan oleh dokter Spesialis Radiologi dari RSPAD Gatot Subroto itu.
Namun Seberapa Amankah Terapi Cuci Otak?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dokter-terawan-agus-putranto_20180404_164646.jpg)