Dari Rp 268 Juta Menjadi Rp 81 Juta, Bitcoin Makin Terpuruk

Selain mencatat mengenai pecahnya gelembung bitcoin, Bank of America juga menyandingkannya dengan sejumlah gelembung aset lain.

Intisari online
Ilustrasi Bitcoin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Fenomena bubble atau gelembung pada bitcoin kini mulai terlihat pecah.

Hal itu seiring dengan semakin jatuhnya nilai tukar mata uang virtual tersebut bila dibandingkan dengan masa puncaknya.

Sekelompok analis yang dipimpin oleh Chief Investment Strategist Bank of America Michael Harnett menyebutkan bahwa kejatuhan nilai tukar bitcoin terjadi kurang dari satu tahun setelah mencapai harga tertinggi.

Baca: Duh, Facebook Kecolongan Lagi, Puluhan Juta Data Bocor

Baca: Kisah di Balik Viralnya Peta Indonesia ”Terbelah” di Punggung Jokowi

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (10/4/2018), nilai tukar tertinggi bitcoin terjadi pada Desember 2017 lalu, yakni pada 19.511 dolar AS atau sekitar Rp 268,1 juta per koin.

Lalu pada Senin (9/4/2018), nilainya turun lebih dari 65 persen menjadi 5.900 dolar AS per atau sekitar Rp 81,1 juta per koin.

Adapun pada hari yang sama, nilai tukar bitcoin mengalami kembali pulih sekitar 2,2 persen dan menjadi 6.750 dolar AS atau sekitar Rp 92,7 juta per koin.

Selain mencatat mengenai pecahnya gelembung bitcoin, Bank of America juga menyandingkannya dengan sejumlah gelembung aset lain.

Aset-aset yang dimaksud adalah tulip, perusahaan-perusahaan Mississipi dan South Sea, emas serta peristiwa Black Tuesday atau runtuhnya saham Wall Street pada 1929 silam. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Gelembung Terbesar Bitcoin Kini Mulai Pecah

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved