Dipolisikan Karena Partai Setan, Begini Jerat Pasal yang akan Belenggu Amien Rais

Cyber Indonesia akhirnya melaporkan Dewan Pembina DPP PAN Amien Rais ke Polda Metro Jaya, Minggu (15/4/2018) siang.

Dipolisikan Karena Partai Setan, Begini Jerat Pasal yang akan Belenggu Amien Rais
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais 

Dalam pemberitaan sebelumnya, Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romy), meminta Ketua Majelis Kehormatan PAN, Amien Rais, tidak memancing polemik di tengah masyarakat.

"Sebagai pemimpin harusnya makin bijak, memancing polemik dan provokasi agitasi massa pemilih di tingkat bawah. Kalau yang seperti ini mereka marah dan tidak mampu mengendalikan yang repot yang menyampaikan," ujar Romy di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4/2018).

Romy menilai, apa yang dibuat Amien terlalu simplistik, karena yang disebut namanya partai Allah minimal asasnya Islam.

"Jadi, kalau bukan Islam, bagaimana bisa disebut partai Allah. Ditanyakan saja, partai yang disebut tadi berasaskan Islam atau bukan, wong yang asasnya Islam saja belum tentu dikatakan partai Allah, apalagi yang bukan Islam," kata Romy.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad 'Romy' Romahurmuziy di Bandara Ferdinand Lumban Tobing, Sumatra Utara, Selasa (18/12/2017).
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad 'Romy' Romahurmuziy di Bandara Ferdinand Lumban Tobing, Sumatra Utara, Selasa (18/12/2017) lalu. (TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI)

"Yang tahu partai Allah atau bukan, hanya Allah saja, bukan Amien Rais. Sama-sama ada A-nya, tetapi bukan. Allah bukan Amien Rais," katanya lagi.

Romy melanjutkan, partai setan adanya di luar Indonesia.

Bila kemudian disebut ada di Republik ini, mereka tidak berhak hidup. "Karena itu, saya tidak ingin kita melakukan simplifikasi, pengelompokan," ujarnya.

"Sudahlah, jangan memperkosa agama untuk kepentingan politik sesaat. Kan, kemarin agama dan simbol-simbolnya telah diperkosa selama proses politik yang berjalan belakangan ini dan sepertinya akan diulang," katanya.

Romy kembali mengingatkan kemenangan tidak harus dilakukan dengan cara memainkan isu agama.

Karena bila kalah, mereka akan malu sendiri.

"Jangan sampai agama kalah, karena simbol-simbol itu sendiri. Jangan-jangan, nanti mereka enggak percaya lagi dengan simbol-simbolnya sendiri," ujarnya.

Romy menjelaskan bahwa Amien tidak berhak untuk menyebut partai dengan sebutan tersebut.

Bagi Romy yang hanya memiliki hak untuk itu hanya Allah SWT. Ia meminta Amien Rais tidak mempolitisir masalah agama.

Dirinya meminta agar tidak memperkosa agama untuk kepentingan politik sesaat.

"Saya cuma mau mengatakan kemenangan tidak harus dilakukan dgn cara seperti itu. Nanti malu sendiri kalau sudah dilakukan seperti itu kalah juga," tegas Romy.

Pernyataan kontroversi Amien sebelumnya, menyebut program bagi-bagi sertifikat yang dilakukan Jokowi merupakan suatu pembohongan.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien saat menjadi pembicara dalam diskusi 'Bandung Informal Meeting' yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3/2018).

Amien juga berbicara soal PKI yang belum lama ini sempat disinggung Jokowi. Dia menyebut ada unsur pembangkitan PKI dalam pemerintahan Jokowi.

"Pemimpin (Jokowi) mengatakan tahun 1965 baru 4 tahun mana ada PKI balita. Memang enggak ada, tapi kenapa rezim ini memberikan angin membangkitkan PKI," katanya dilansir dari Tribunnews.com.

Amien mengatakan saat ini merupakan zaman antara ucapan dan kenyataan tidak sejalan. Sehingga dia menilai warga cenderung ditipu oleh pemerintah.

"Kita mengalami satu zaman antara omongan dan kenyataan jaraknya makin jauh. Kita sedang hidup di mana ada penipuan, pengalihan fokus dan pembodohan yang melakukan kadang-kadang dari yang tinggi," kata dia.(*)

 
Editor: soni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help