Belum Periksa Kesehatan Jemaah Tidak Bisa Lunasi BPIH, Begini Maksudnya

Jemaah haji yang belum memeriksakan kesehatan di puskesmas diminta untuk segera memeriksakannya.

Belum Periksa Kesehatan Jemaah Tidak Bisa Lunasi BPIH, Begini Maksudnya
Tribunlampung/Hanif
ILUSTRASI calon jemaah haji 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jemaah haji yang belum memeriksakan kesehatan di puskesmas diminta untuk segera memeriksakannya.

"Kalau belum periksa tidak bisa melunasi diblokir oleh sistem. Karena sekarang ketentuannya harus periksa dulu di puskesmas," terang Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Bandar Lampung, Abdul Basid, Senin, 16 April 2018.

Baru nanti data laporan kesehatan diinput melalui Siskohat kesehatan, kemudian data dari Siskohat kesehatan dikirim ke Siskohat kemenag pusat dan berakhir di pihak bank.

Baca: Cemburu, Babysitter di Rusia Ini Bunuh Ibu dari Anak yang Diasuhnya

"Kalau belum periksa maka di bank akan muncul konfirmasi di sistem "tidak ditemukan nomor porsi tersebut". Kalau tidak ditemukan maka tidak bisa melunasi, jadi wajib harus periksa dulu sekarang ini," jelasnya.

Baca: (VIDEO) Abdul Wahab Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Metro

Contohnya, ketika diperiksa bila  jemaah itu punya penyakit TBC aktif tidak bisa sembuh, maka pihak puskesmas akan mengeksekusi jemaah tersebut masuk kategori tidak istitoah kesehatannya.

"Kalau tidak istitoah otomatis oleh sistem sudah diblokir sehingga tidak bisa melunasi. Artinya tidak bisa berangkat, karena kalau orang TBC resisten kalau berangkat akan menular kepada orang lain makanya dicegah dari awal," jelasnya.

Jumlah jemaah haji beresiko tinggi jika berdasarkan hasil pemeriksaan puskesmas yang sudah dilaporkan ke Kemenag Kota Bandar Lampung baru terdapat satu orang yang tidak memenuhi syarat yakni tidak istitoah.

"Untuk kategori yang tidak istitoah baru satu di Bandar Lampung disebabkan sudah lumpuh total sehingga tidak bisa menolong dirinya sendiri. Soalnya, BAB dan buang air kecil di kursi roda sehingga akan mengganggu jemaah lain makanya tidak bisa melunasi," paparnya.

Sebenarnya ada beberapa kategori dalam penentuan kesehatan jemaah seperti kategori satu masuk istitoah (memenuhi syarat), kategori dua memenuhi syarat istitoah dengan pendampingan (sehat tapi punya keluhan penyakit) bisa berangkat asal selalu minum obat.

"Lalu, kategori tiga, tidak memuhi syarat istitoah sementara contoh pada saat diperiksa jemaah hamil dan mau melahirkan misal tanggal 20 April 2018, maka setelah anak lahir akan berubah status jemaah menjadi istitoah," terangnya.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help