TribunLampung/

Heboh Pelajar SMP Ngotot Menikah, Menteri Agama Buka Suara

Heboh Pelajar SMP Ngotot Menikah, Menteri Agama Buka Suara, Komentarnya Menohok Banget

Heboh Pelajar SMP Ngotot Menikah, Menteri Agama Buka Suara

Menghindari adanya pernikahan dini, pemerintah telah membentuk UU, agar dapat menekan angka pernikahan dini.

Sesuai dengan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, syarat-syarat yang wajib dipenuhi calon mempelai sebelum melangsungkan pernikahan adalah menurut Pasal 6 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1974, perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.

Tak hanya itu, Pasal 6 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1974: untuk melangsungkan perkawinan seseorang yang belum mencapai umur 21 (duapuluh satu) tahun harus mendapat ijin kedua orang tua.

Jadi dalam UU, ketika dua mempelai, baik pihak laki-laki maupun perempuan, jika belum berusia 21 tahun, kedua mempelai harus mendapat persetujuan dari orang tua.


Salah satu persyaratan dalam kepengurusan pernikahan di bawah umur oleh KUA, pihak calon perempuan harus mengisi formulir N-5 yang berisi surat persetujuan dari orang tua untuk melangsungkan pernikahan.

Tak hanya itu, mempelai juga harus mendapatkan surat izin dari pengadilan Agama untuk melangsungkan pernikahan.

Pernikahan di KUA tidak ada pungutan biaya atau gratis, selama kedua mempelai memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan maupun kecamatan.

Dan untuk pernikahan di luar KUA, calon mempelai harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 600 ribu, yang disetor ke kas negara.

Tanggapan Menag

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyesalkan rencana pernikahan dua remaja berumur 14 tahun dan 15 tahun di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Halaman
1234
Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help